Sejumlah Hotel dan Rumah Makan di Banyumas, Tutup

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Penutupan total objek wisata di Kabupaten Banyumas yang sudah berlangsung dua minggu ini, berdampak besar terhadap sektor lainnya. Puluhan rumah makan serta beberapa hotel mulai tutup dan sebagian ada yang melakukan pengurangan karyawan.

Ketua Aliansi Pariwisata Banyumas, Muslimin mengatakan, sampai saat ini sudah ada 6 hotel yang tutup total dan ada puluhan rumah makan yang juga tutup. Dan untuk bulan April, dipastikan semakin banyak hotel yang akan tutup.

“Dari anggota kita, sekarang ini sudah ada 6 hotel yang tutup total dan per tanggal 1 April nanti, sudah ada beberapa hotel, termasuk hotel berbintang yang juga akan tutup. Jadi dampak penutupan sektor pariwisata ini sangat luas,” terangnya, Minggu (29/3/2020).

Aliansi Pariwisata Banyumas mempunyai anggota 180 orang pengusaha pariwisata, hotel dan rumah makan. Menurut Muslimin, semua terkena dampak dari penutupan pariwisata. Termasuk biro perjalanan dan para guide.

Untuk hotel yang masih beroperasi pun, lanjutnya, ada pengurangan karyawan sampai 50 persen. Begitu pula dengan rumah makan. Sebab, tidak ada tamu menginap, sehingga terpaksa sebagian karyawan dirumahkan terlebih dahulu, untuk meminimalkan biaya operasional.

“Saya memiliki dua hotel, satu di kawasan Lokawisata Baturaden dan satu di Kota Purwokerto. Untuk hotel yang di Baturaden sudah tutup total dan hotel yang di kota masih beroperasi, namun ada pengurangan karyawan. Rencananya bulan depan kemungkinan juga akan tutup dulu yang di kota, jika kondisinya masih terus seperti sekarang ini,” tuturnya.

Muslimin berharap warga Kabupaten Banyumas benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah dan tidak mengadakan acara-acara yang menimbulkan kerumunan orang. Hal ini penting untuk memutus penyebaran COVID-19. Sebab, jika rantai penyebaran virus terputus, maka kondisi akan segera pulih seperti sediakala.

“Kami para pelaku wisata berharap, kondisi segara pulih, kami tidak bisa membayangkan jika kondisi seperti ini berlangsung sampai lebaran. Sebab, bagi orang pariwisata, lebaran merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu. Karena itu, kami meminta seluruh masyarakat Banyumas, ayo patuhi imbauan pemerintah, tetap di rumah untuk memutus rantai penyebaran corona,” tegasnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Purbalingga. Sekretaris Asbiling Purbalingga, Agus Widiyono mengatakan, dampak penutupan wisata sangat dirasakan, salah satunya ia harus menjadwal ulang banyak perjalanan wisata.

Meskipun begitu, para pelaku wisata di Purbalingga juga mematuhi dan mendukung keputusan penutupan tempat wisata, karena menyadari risiko yang dihadapi.

“Kami berharap wabah ini segera berakhir, maka masyarakat juga harus mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah,” katanya.

Lihat juga...