Soal Peniadaan UN 2020 Disdik Lamsel Tunggu Regulasi Pusat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Peniadaan Ujian Nasional (UN) sesuai kebijakan pemerintah pusat yang pada tahun 2020 masih menunggu arahan resmi pemerintah pusat. Thomas Amirico, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyebut peniadaan pelaksanaan UN dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona  (Covid-19).

Thomas Amirico menyebut telah mendapat informasi tersebut dan menunggu petunjuk teknis jika peniadaan UN diberlakukan. Ia menyebut langkah pemerintah meniadakan UN 2020 sebagai bagian sistem respon wabah Covid-19 dengan tujuan keselamatan masyarakat. Peniadan UN menjadi langkah social distancing (pembatasan sosial) untuk memutus mata rantai virus corona.

Thomas Amirico, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Rabu (25/3/ 2020). -Foto: Henk Widi

Peniadaan UN 2020 menurutnya berlaku untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA). Kebijakan yang dilakukan oleh Kementerian Pendididikan melalui pembahasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Lamsel tentunya akan menunggu instruksi lebih lanjut terkait petunjuk teknis yang akan dilakukan termasuk opsi pelaksanaan yang akan dilakukan,” terang Thomas Amirico saat dikonformasi Cendana News, Rabu (25/3/2020).

Sejumlah opsi yang akan dilakukan oleh Kemendikbud diantaranya pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti UN. Meski demikian sistem tersebut hanya bisa dilakukan jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring). Kebijakan pemerintah pusat menurutnya akan diikuti oleh pemerintah daerah.

Sejak Senin (16/3) hingga Sabtu (28/3) sekolah yang ada di Lamsel menurut Thomas Amirico masih diliburkan. Kegiatan belajar mengajar dengan sistem jarak jauh menurutnya masih dijalankan. Sesuai jadwal pelaksanaan UN tingkat SMP akan dilaksanakan pada 20-23 April mendatang. Sementara jadwal UN SD akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei mendatang. Sementara UN SMA pada 30 Maret mendatang.

“Disdik Lamsel akan ikuti perkembangan lebih lanjut sesuai arahan pusat melalui Kemendikbud,” ungkapnya.

Terkait penghapusan UN 2020 akibat Covid-19 Sukirdi, kepala SDN 5 Sumur, Kecamatan Ketapang menyebut mengikuti instruksi Dinas Pendidikan. Sejumlah opsi kelulusan diantaranya menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah bisa diterapkan.  Bagi siswa SD yang menempuh pendidikan selama 6 tahun nilai kumulatif bisa digunakan untuk penentu kelulusan.

Sebagai kepala sekolah di pulau Rimau Balak menyebut ada sekitar 7 siswa kelas 6. Selama ini siswa harus ikut UN di daratan pulau Sumatera dengan naik perahu dan menginap. Namun dengan peniadaan UN justru akan memudahkan siswa. Bagi siswa di pulau tersebut kelulusan SD menurutnya sangat penting. Sebab siswa yang lulus selanjutnya akan bersekolah di pulau Sumatera ke jenjang SMP.

Lihat juga...