Tebing 30 Meter Longsor Tutup Jalan Kabupaten di Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas, menyebabkan tebing setinggi 30 meter longsor dan menutup jalan kabupaten. Tebing yang longsor tersebut terjadi di Dusun Melung, Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Poerwanto mengatakan, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa tersebut, karena rumah warga berada cukup jauh dari tebing.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Poerwanto, Rabu (18/3/2020) di BPBD Banyumas. Foto: Hermiana E. Effendi

“Tebing yang longsor setinggi 30 meter, lebar tebing 20 meter. Longsoran tebing tersebut menutup jalan hingga sepanjang 10 meter,” jelasnya, Rabu (18/3/2020).

Untuk membersihkan longsoran tebing, dua alat berat atau bego dikerahkan untuk melakukan pengerukan material tanah.

Jalan yang tertimbun longsor merupakan jalan penghubung Kecamatan Kedungbanteng, dengan dua Desa yakni Desa Windujaya dan Kalikesur. Akibatnya, warga harus menempuh jalan memutar.

Sementara itu, hingga siang hari, petugas dari BPBD, Koramil, Polsek Kedungbanteng, Tagana dan masyarakat sekitar masih bergotong-royong membersihkan jalan.

Salah satu warga Desa Melung, Nirsun mengatakan, longsor bukit tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Jarak antara rumah Nirsun dengan bukit yang longsor sekitar 50 meter, sehingga ia mendengar suara longsoran bukit dengan jelas.

“Longsornya tadi pagi, tiba-tiba terdengar suara gemuruh, saya langsung keluar rumah, ternyata bukit yang longsor, karena sejak kemarin terus turun hujan cukup lebat,” tuturnya.

Kapolsek Kedungbanteng, AKP Priyono, mengatakan, pihaknya mengerahkan belasan personel untuk membantu membersihkan material longsor. Beberapa anggota juga ditugaskan untuk mengatur pengalihan jalan, mengingat akses jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.

“Longsor ini menutup akses jalan dari Desa Keniten, ke Desa Windujaya dan Kalikesur, sehingga kita lakukan pengalihan arus lalu-lintas, karena jalan tertutup total dan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali,” terangnya.

Priyono memastikan, saat kejadian longsor tidak ada orang atau kendaraan yang melintas.

“Sejauh ini, dari pantuan kami tidak ada orang yang sedang melintas, saat kejadian longsor, sehingga dipastikan tidak ada korban,” pungkasnya.

Lihat juga...