Tingkatkan Kompetensi Siswa, Datangkan Guru Tamu dari Perancis

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Suasana berbeda terlihat di ruang dapur utama jurusan Tata Boga SMK Mataram Semarang. Para siswa tampak antusias, mengikuti langkah-langkah guru tamu asal Perancis, Lucie Rogez, dalam memasak ratatouille. Makanan klasik khas dari negara penghasil mode dunia tersebut.

Menggunakan bahan dasar daging ayam, serta terong atau eggplant, serta beragam sayuran lainnya, guru muda tersebut secara perlahan dan bertahap menjelaskan kepada siswa, tentang tahapan yang harus dilakukan.

Tidak seberapa lama, usai masakan utama tersebut terhidang, giliran para siswa  Tata Boga SMAK Mataram yang mencoba mempraktikkan langsung, ilmu memasak yang mereka dapatkan.

“Memasak ratatouille tidak sulit. Ini merupakan salah satu masakan dengan bahan sayuran, terutama terong, yang sangat digemari di Perancis. Ini merupakan masakan khas dari negara saya,” paparnya, didampingi penerjemah, baru-baru ini.

Kepsek SMK Mataram Semarang Sri Sugianto SPd MSi MKom, menuturkan kehadiran Lucie Rogez, merupakan bagian dari program guru tamu, sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa, saat ditemui di sekolah tersebut, Jalan MT Haryono Semarang, Jumat (13/3/2020). -Foto Arixc Ardana

Sementara, Kepala Sekolah SMK Mataram Semarang Sri Sugianto SPd MSi MKom, menuturkan kehadiran Lucie Rogez, merupakan bagian dari program guru tamu, sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa.

“Program guru tamu ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan. Tidak hanya pada jurusan Tata Boga, namun juga untuk jurusan lainnya, seperti Tata Busana, Perhotelan dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) atau Otomotif. Tujuannya, untuk memotivasi siswa termasuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang masing-masing. Khusus untuk kehadiran Lucie Rogez, juga dalam rangka untuk memperkuat menu Eropa bagi siswa jurusan Tata Boga,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong siswa Tata Boga agar mampu menjadi seorang wirausaha dalam bidang kuliner. Salah satu upaya yang dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana kelas praktikum.

“Kita berharap dengan keilmuan yang mereka dapatkan di kelas, ditambah kemampuan praktik yang bagus. Sekaligus ditunjang dengan peralatan dapur praktik yang lengkap dan terstandar, mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, serta berjiwa wirausaha,” terangnya.

Sugianto menambahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya juga mendapat bantuan peralatan dapur dari Ditjen Pendidikan SMK Kemendikbud, untuk ruang lab dasar, lab dapur utama, food beverageservices lab dan dapur saji.

“Kita juga bekerjasama dengan lebih dari 30 hotel dan restoran di Semarang sekitarnya, dalam upaya memperkuat kemampuan lulusan Tata Boga SMK Mataram. Termasuk alumni kita juga melanjutkan pendidikan dengan beasiswa ke Taiwan untuk jurusan Hospitality,” tandasnya.

Disamping itu, sebagai bukti kompetensi dalam bidang Tata Boga, para lulusan SMK Mataram Semarang juga dibekali dengan sertifikasi kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK).

Lihat juga...