TMII Siaga Cegah Corona

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tetap buka untuk umum dengan tetap melakukan berbagai upaya dan waspada terhadap risiko penularan dan penyebaran infeksi virus Corona atau Covid-19.

“Kita telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dari mulai pintu gerbang masuk TMII, hingga di setiap sudut area disediakan sabun antiseptik, dan pemeriksaan suhu tubuh,” kata Kepala Bidang Humas TMII, Sahda Silalahi, kepada Cendana News, saat ditemui di ruang perpustakaan TMII, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Kepala Bidang Humas TMII, Sahda Silalahi saat ditemui di ruang perpustakaan TMII, Jakarta, Minggu (15/3/2020). Foto: Sri Sugiarti

Begitu juga dalam ruangan gedung pengelola TMII disediakan sabun antiseptik. Juga di gedung pertemuan, seperti Sasono Adhiguno, Sasono Utomo, dan tempat lainnya, juga museum serta anjungan daerah.

Berbagai upaya tersebut, menurutnya, tertuang sangat jelas disampaikan melalui surat edaran Badan Pengelola dan Pengembangan (BPP) TMII. Yakni menegaskan bahwa TMII tetap buka untuk umum.

“TMII tetap buka untuk umum. Penutupan saat ini baru Anjungan DKI Jakarta, Sangkrini dan Museum Damkar. Karena ketiga unit wisata tersebut pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,” jelas Sahda.

Lebih lanjut dia menjelaskan, segala kegiatan atau program budaya yang telah terjadwal tetap dapat dilaksanakan dengan senantiasa melakukan tindakan pencegahan atau kewaspadaan terhadap berbagai macam jenis virus dalam segala aspek.

Manajemen TMII menyediakan sabun antiseptik di setiap pintu gerbang masuk. Sabun ini untuk mencuci tangan pengunjung saat akan masuk ke area TMII, Jakarta, Minggu (15/3/2020). Foto; Sri Sugiarti

Yaitu, jelas dia, menempatkan sabun antiseptik untuk mencuci tangan yang ditempatkan di pintu masuk lokasi acara atau kegiatan.

Juga melaksanakan tindakan preventif dengan menyediakan petugas dan alat pengukur suhu tubuh bagi para pengunjung atau undangan. Dan melakukan pembersihan seluruh fasilitas yang bersentuhan langsung dengan pengunjung atau undangan.

“Apabila menemukan pengunjung dengan suhu badan di atas 38 disarankan supaya dilakukan pengecekan ke poliklinik kesehatan TMII,” ujarnya.

Selain itu, tambah dia, apabila acara kegiatan pada malam hari supaya menyiapkan petugas kesehatan.

Adapun pencegahan lainnya, manajemen TMII akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan TMII.

“Kami besok ada penyemprotan disinfektan di beberapa titik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Sahda.

Terkait penutupan Anjungan DKI Jakarta, dia menjelaskan, itu dilakukan pihak anjungan karena sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkam bahwa sarana wisata milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus ditutup sementara selama dua pekan. Salah satunya, adalah Anjungan DKI Jakarta yang berada di kawasan TMII.

“Ada tiga unit ya, Anjungan DKI Jakarta, Sangkrini dan Museum Damkar. Yang pasti baru itu, karena kan Pak Anies sudah jelas menginstruksikan harus tutup, itu yang berada di bawah pengelolaan Pemda DKI,” ujarnya.

Penutupan anjungan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Begitu juga dengan berbagai upaya yang dilakukan manajemen TMII, menurutnya, adalah telah sesuai dengan standar pelayanan pencegahan wabah Covid-19.

Sahda berharap pemerintah cepat tanggap dalam menangani penyebaran Covid-19 ini. “Ini pimpinan kita juga sedang bahas gimana selanjutnya dengan TMII,” tandasnya.

Pengunjung bermain di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (15/3/2020). Foto: Sri Sugiarti

Namun demikian, menurutnya, sejauh ini tidak ada penurunan pengunjung TMII. “Pengunjung masih tetap bagus, masih seperti biasa. Jadi masih tetap berjalan kegiatan juga, kecuali kegiatan yang di bawah Anjungan DKI Jakarta, kan mereka sudah tutup,” ujarnya.

Medio Januari-Maret 2020, tercatat per harinya, pengunjung TMII sebanyak 3.000 sampai 5.000 orang. Sedangkan Sabtu-Minggu, pengunjung mencapai 15.000 orang.

Lihat juga...