Turki Buka Perbatasan, Migran Berbondong-Bondong Menuju Yunani

Imigran berjalan menuju Pazarkule, Turki, yang berbatasan dengan Kastanies, Yunani, di Edirne, Turki, Minggu (1/3/2020) – Foto Ant

KASTANIES – Yunani menempatkan perbatasannya dalam keamanan maksimum pada Minggu (1/3/2020), setelah ratusan migran menggunakan perbatasan yang “berpori”, untuk memasuki negara itu dari Turki.

Ribuan migran mencari jalan masuk menuju Eropa melalui Yunani, setelah Ankara melonggarkan pergerakan mereka. Setidaknya 500 orang telah tiba melalui laut di tiga pulau Yunani, yang berada dekat dengan pantai Turki. “Terjadi dalam beberapa jam pada Minggu (1/3/2020) pagi,” kata seorang polisi setempat.

Di daratan lebih jauh ke utara, para migran bergerak menyeberangi sungai ke sisi Yunani di Kastanies. Sedikitnya ada kelompok yang berjumlah hingga 30 orang, termasuk seorang ibu warga Afghanistan dengan bayi berusia lima hari, ada di sisi jalan setelah mengarungi sungai beberapa jam sebelumnya.

Pada Kamis (27/2/2020), Turki mengatakan, Ankara tidak akan lagi menahan ratusan ribu pencari suaka di wilayahnya dari mencapai Eropa. Hal itu dilakukan, meskipun ada kesepakatan bersama dengan Uni Eropa yang dicapai pada 2016. Perubahan sikap Turki terjadi, setelah adanya serangan udara yang menewaskan 33 tentara Turki, di sebelah barat laut Suriah. Dan saat ini Ankara telah mengerahkan pasukan untuk membantu mengamankan perbatasannya melawan gelombang baru pengungsi dari perang saudara Suriah.

Turki mengatakan, dana yang dijanjikan oleh Uni Eropa untuk membantunya menangani 3,7 juta pengungsi Suriah yang sudah berada di negara itu terlambat dicairkan. Sebelumnya, Ankara telah mengancam beberapa kali akan membuka pintu perbatasan, jika tidak menerima lebih banyak bantuan.

Pengumuman bahwa Ankara telah berhenti membendung para migran di dalam negara itu memicu serbuan langsung ke perbatasannya dengan Yunani. Krisis itu merupakan ujian terberat bagi Yunani, sejak krisis keuangan yang melanda di 2015, dan mempertajam ketegangan jangka panjang dengan Turki.

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, memimpin pertemuan dewan keamanan nasional pada Minggu (1/3/2020). Dan sebuah pesan teks otomatis, yang dikirim ke telepon seluler di daerah perbatasan utara Yunani mengatakan, negara itu telah meningkatkan keamanannya secara maksimal, mendesak orang untuk tidak mencoba masuk.

Orang Yunani juga telah menggunakan pengeras suara di daerah perbatasan Kastanies, untuk memberi tahu para migran, dalam bahasa Inggris dan Arab dengan menyebut perbatasan ditutup. Yunani adalah pintu gerbang utama bagi ratusan ribu pencari suaka ke Eropa di 2015 dan 2016. Saat ini sudah ada lebih dari 40.000 migran di pulau-pulau Aegean, yang tinggal di kamp-kamp yang sangat padat dan kondisi kotor. (Ant)

Lihat juga...