Waktu Berjualan PKL di Jayapura Hanya Sampai Sore

JAYAPURA  – Kepala Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Bobby J.E. Awi, melibatkan aparat TNI/Polri dan kepala kampung serta RT/RW turun jalan membatasi para pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan malam hari untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Kepala Distrik Heram, Bobby J.E. Awi, Minggu mengemukakan, pembatasan PKL yang masih berjualan malam hari untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19 yang mulai merebak di Papua.

Hal ini dilakukan untuk menindak lanjuti perintah Wali Kota Jayapura terkait membatasi jam malam bagi warga dan juga jam berdagang bagi pelaku usaha dan PKL dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Kami telah batasi jam operasi para pedagang terhitung sejak pukul 06.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT setelah itu tidak ada lagi aktivitas dagang. Jika yang masih jualan di malam hari kami menyuruh berhenti berjualan,” katanya.

Sebab, menurut dia, aktivitas jualan di malam hari berpotensi menghadirkan warga untuk bisa berinteraksi secara berkelompok dalam kerumunan.

Bobby mengaku, hingga kini masih ada pedagang yang nakal, masih berjualan di malam hari, tidak patuh pada instruksi Pemerintah Kota Jayapura dengan aturan jam beroperasi bagi pedagang yang dikeluarkan yakni dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT.

“Kami bersama bersama RT/RW, kepala kampung dan TNI/Polri membatasi mereka berjualan di malam hari,” ujarnya.

Selain membatasi para PKL yang berjualan di malam hari, tambah dia, pihaknya juga menyosialisasikan instruksi dari Wali Kota Jayapura dan juga Pemerintah Provinsi Papua terkait pembatasan sosial pencegahan virus corona. (Ant)

Lihat juga...