Warga di Sikka Mulai Gemari Sayur Daun Kelor

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Semenjak merebaknya virus corona  atau Covid-19, banyak masyarakat di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai ramai mengonsumsi sayur daun kelor yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Meningkatnya konsumsi daun kelor membuat penjualan daun kelor di Pasar Alok dan Pasar Tingkat Maumere pun meningkat drastis apalagi harga jualnya yang tergolong murah dan bisa dibeli siapa pun.

“Sekarang banyak yang membeli daun kelor. Kami jual 3 ikat Rp5 ribu dan sehari bisa laku hingga Rp100 ribu,” sebut Laurensia Dua Lodan,salah seorang penjual sayur kelor di Pasar Alok Maumere, Sabtu (21/3/2020).

Laurensia mengatakan, biasanya jarang orang membeli tetapi sejak merebaknya virus corona banyak sekali yang mencari daun kelor karena dikatakan bisa membuat tubuh sehat dan tidak terkena penyakit.

Menurutnya, sayur kelor sangat banyak ditanam di kebunnya sehingga semenjak permintaan meningkat dirinya pun mulai membawa daun kelor dalam seharinya hingga sekarung ukuran 25 kilogram untuk dijual di Pasar Alok.

“Lumayan dalam satu hari bisa terjual minimal Rp100 ribu dari hari biasanya yang maksimal hanya Rp50 ribu saja. Daun pepaya juga banyak yang beli juga sehingga pedagang banyak yang menjual daun kelor dan pepaya,” tuturnya.

Maria Magdalena salah seorang warga kota Maumere Kabupaten Sikka, saat ditemui, Sabtu (21/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Maria Magdalena salah seorang warga kota Maumere mengatakan memasak sayur daun kelor sangat mudah dan praktis serta bumbunya pun mudah diperoleh sehingga hampir setiap orang bisa memasaknya di rumah masing-masing.

Cara memasaknya, kata Maria, setelah dibersihkan maka siapkan bumbu berupa bawang putih dan jahe serta sedikit garam lalu masak air hingga mendidih dan masukan daun kelor yang sudah dicuci.

“Jangan ditutup dan sering diaduk saat dimasak agar rasanya tidak pahit. Biarkan mendidih sekitar 5 sampai 10 menit lalu angkat dan dikonsumsi saat masih hangat,’ jelasnya.

Maria mengaku minimal 2 hari sekali dirinya bersama anggota keluarga mengonsumi daun kelor rebus dan kadang juga dicampur dengan daun pepaya dan singkong dengan cara ditumis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Clara Y. Francis menyebutkan, daun kelor memang mengandung vitamin C dan bisa dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut Clara, daun kelor juga mengandung antioksidan sehingga bisa mengurangi racun yang menumpuk di dalam tubuh sehingga membuat tubuh menjadi fit serta menjadi lebih sehat.

Untuk diketahui, daun kelor banyak tumbuh di hampir semua wilayah di Provinsi NTT terutama di wilayah-wilayah yang gersang baik di kebun maupun di rumah sehingga mudah diperoleh.

Sejak lama masyarakat di NTT terbiasa mengonsumsi daun kelor sebab sayuran ini selalu tumbuh subur saat musim kemarau apalagi saat musim hujan baik di kebun maupun di halaman rumah warga termasuk di kota Maumere.

Lihat juga...