Warga di Surabaya Protes Dump Truck Tonase Tinggi Rusak Jalan

SURABAYA — Sejumlah warga memprotes kendaraan dump truck dengan tonase tinggi yang melewati kawasan Rungkut Kidul hingga Panjang Jiwo, Kota Surabaya, Jawa Timur, sehingga mengakibatkan kondisi jalan di wilayah tersebut rusak.

“Ada sejumlah warga yang resah dan melapor ke saya terkait jalan rusak di kawasan Rungkut,” kata Ketua Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni di Surabaya, Selasa.

Selain itu, katanya, kendaraan berat yang kerap beroperasi pada jam-jam sibuk tidak hanya membuat jalan rusak, tetapi juga mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah yang hendak menyeberang jalan.

Atas kondisi itu, lanjut dia, pihaknya meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kota Surabaya segera melakukan razia mengingat selama ini di sepanjang jalan Kali Rungkut tidak pernah dilewati dump truck.

“Saya minta Dishub dan Satpol PP melakukan razia, karena sekali lewat itu bisa 5-7 dump truck,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya ini.

Arif mengatakan berdasarkan perda ketenteraman dan ketertiban, Dishub dan Satpol PP memiliki kewenangan melakukan razia. Razia itu harus dilakukan untuk mengetahui apakah jalan yang menghubungkan Rungkut Kidul dan Panjang Jiwo bisa dilewati dump truck dengan tonase tinggi.

“Apakah dump truck boleh lewat situ? Di situ selama ini tidak ada dump truck karena jalan Kali Rungkut hanya menghubungkan antara Rungkut Kidul dan Panjang Jiwo,” katanya.

Ia mengaku beberapa kali warga Rungkut Kidul dan Rungkut Lor menyampaikan keluhan ke Komisi A karena kondisi jalan menajdi rusak parah.

“Aspalnya sampai mengelupas, belum lagi lubang di mana-mana, saat hujan turun lubang tertutup air, ini sangat bahaya,” ujarnya.

Menurut dia, sekitar dua bulan lalu, Dinas PU Bina Marga Surabaya melakukan perbaikan jalan dengan tambal sulam. Sayangnya, lanjut dia, jalan yang sudah diperbaiki tidak bertahan lama karena dump truck yang lewat dengan tonase yang melebihi batas cepat merusak jalan.

Ia menilai Dishub Kota Surabaya melakukan pembiaran bahkan cenderung tutup mata sehingga warga yang dirugikan menuntut haknya kepada Pemkot Surabaya.

“Sebelum terjadi apa-apa, sebaiknya dibatasi, misalnya tidak operasi pada jam sibuk karena jalannya sangat sempit,” katanya.

Selain itu, kata dia, Dinas PU Bina Marga segera melakukan perbaikan sehingga jalan Kali Rungkut bagus kembali dan tidak membahayakan pengendara dan warga sekitar.

“Harus diingat bahwa itu merugikan pembayar pajak. Sedangkan yang digunakan untuk perbaikan dari uang APBD. Sementara berapa sih pajak dari aktifitas dump truck itu, jangan-jangan tidak bayar pajak,” katanya,

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyu Drajad belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya terdengar nada dering namun tidak diangkat. [Ant]

Lihat juga...