Warga Diminta Waspadai Lahar Gunung Merapi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk waspada akan bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi. 

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyatakan potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

“Kami meminta agar dalam area 3 km tidak ada aktivitas manusia. Tapi kalau di luar area itu, masih dinyatakan aman,” kata Hanik, saat dihubungi, Minggu (29/3/2020) pagi.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, saat konpers online, Jumat (27/3/2020). –Dok: CDN

Ia menjelaskan, dari kemarin sore hingga pagi ini, tercatat Merapi mengalami dua kali erupsi.

“Kemarin malam pada pukul 19.25 WIB dan tadi malam pada pukul 00.15 WIB,” ujarnya.

Pada erupsi pukul 19.25 WIB, pemantauan menyatakan tidak ada awan panas. Dan, pada erupsi pukul 00.15 WIB di seismograf terekam dengan amplitudo 40 mm dan frekuensi 150 detik.

“Tinggi kolom erupsi teramati 1.500 meter dan angin bertiup ke Barat,” ucapnya lebih lanjut.

Kondisi pagi ini, kata Hanik, cerah dengan suhu udara 18-20.8 derajat Celcius, kelembaban udara 70-80 persen dan tekanan udara 569-708.9 mmhg.

“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah. Ini asap solfatara biasa,” kata Hanik.

BPPTKG meminta masyarakat untuk tidak panik, tapi waspada akan bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.

Lihat juga...