8.950 Masker Produksi SMK di Sumbar Diserahkan ke Gugus Tugas

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri menyebutkan, kreatifitas para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Barat mencuat di situasi wabah Covid-19 ini. Dimana sejumlah SMK telah berhasil memproduksi masker dengan jumlah yang cukup besar.

Adib mengatakan, sejauh ini ada delapan SMK yang telah berhasil memproduksi masker dengan jumlah yang mencapai ribuan untuk satu sekolah itu. Dengan adanya hasil kinerja dari para siswa SMK itu, telah turut membantu masyarakat dan pemerintah yang kini tengah membutuhkan.

“Untuk delapan SMK itu datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Mereka telah menyerahkan ribuan masker ke Gugus Tugas Sumatera Barat. Saya bangga dengan karya dan kepedulian siswa itu,” katanya di Padang, Kamis (9/4/2020).

Ia menjelaskan, delapan SMK yang berhasil memproduksi masker itu yakni dari SMKN 8 Padang, SMKN 6 Padang, SMK 1 Lubuak Sikaping, SMKN 1 Sawahlunto, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 2 Bukittinggi, SMKN 1 Sijunjung dan SMKN 1 Ampek Angkek Kabupaten Agam.

Menurutnya, bisa dikatakan jumlah yang diproduksi oleh para siswa SMK itu, bervariasi dari masing-masing sekolah.

Melihat dari jumlah masker yang diberikan ke Gugus Tugas Sumatera Barat itu, yang paling banyak datang dari SMKN 8 Padang 4.500 buah, SMKN 6 Padang 500 buah, SMK 1 Lubuak Sikaping 400 buah, SMKN 1 Sawahlunto 1.000 buah, SMKN 3 Payakumbuh 500 buah, SMKN 2 Bukittinggi 500 buah, SMKN 1 Sijunjung 550 Buah dan SMKN 1 Ampek Angkek Kabupaten Agam 1.000 buah.

“Saya cukup terkejut adanya produksi masker dari para siswa SMK ini. Jadi saya merasa, momen Covid-19 ini, membuat para siswa kita muncul kreativitasnya, dan telah memberikan banyak manfaat kepada banyak orang, serta kepada pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi adanya kreativitas dari para siswa SMK itu, mendapat respon yang positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terutama dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Menurutnya, adanya partisipasi 8 SMK itu turut memenuhi kebutuhan masker yang kini bisa dikatakan tengah langka di pasaran.

Nasrul mengapresiasi langkah SMK dimaksud, karena turut peduli melihat kondisi wabah Covid-19. Dimana pemerintah tengah berupaya melakukan penanganan penyebaran virus Covid-19 di Sumatera Barat.

“Saya merasa bangga dengan adanya kreativitas pelajar SMK ini, karena sudah bisa memproduksi masker yang hasilnya terbilang memuaskan,” katanya.

Adanya produksi ini, Wagub berharap hasil bisa lebih banyak, sehingga dapat membantu kebutuhan masyarakat Sumatera Barat. Apalagi masker terbuat dari kain yang bisa dicuci setelah dipakai.

“Rencananya produksi yang dihasilkan SMK ini akan dibagikan ke setiap rumah sakit dan Posko Covid-19 di tiap kabupaten kota di Sumatera Barat. Jadi kalau kita kumpulkan semua SMK bisa menghasilkan masker, Insya Allah semua kebutuhan di Sumbar akan terpenuhi,” sebutnya.

Lihat juga...