ABK KM. Lambelu Dikarantina di Kapal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Setelah 24 jam tiba di perairan Maumere dan sempat berlabuh di tengah laut, kapal Pelni KM. Lambelu yang mengangkut 238 penumpang asal kabupaten Sikka dan beberapa wilayah lainnya di pulau Flores, akhirnya diperbolehkan bersandar di pelabuhan Laurens Say Maumere.

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui di gedung Sikka Convention Center (SCC), Selasa (7/4/2020) malam. Foto : Ebed de Rosary

Dari hasil rapid test dan pemeriksaan kesehatan di RS TC Hillers Maumere, ditemukan adanya tiga orang terindikasi positif Covid-19, dimana 1 orang petugas kafetaria dan 2 Anak Buah Kapal (ABK).

“Seharusnya masyarakat tidak perlu resah dan tidak perlu gelisah sebab pemerintah berjuang habis-habisan untuk melindungi rakyatnya,” tegas Petrus Herlemus, kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, NTT, Selasa (7/4/2020) malam.

Para ABK, kata dia, akan dikarantina di kapal karena ada tim kesehatannya juga. Kapalnya tetap bersandar sambil menunggu penumpang kabupaten Ende yang belum turun.

“Rencananya besok pagi penumpang asal Ende dan sekitarnya akan dijemput oleh pemerintah kabupatennya masing-masing. Kalau kapal tergantung kepada keputusan Pelni,” ungkapnya.

Para penumpang asal Flores Timur sekitar 25 orang langsung diantar menggunakan sebuah bis umum dengan dikawal dua mobil patroli polisi hingga ke Larantuka.

“Dari Larantuka tadi sudah berangkat menggunakan sebuah bis,” ujarnya.

Untuk memudahkan pendataan petugas medis, terangnya, setiap mobil sekali jalan mengangkut 20 penumpang beserta barang bawaan dari pelabuhan Laurens Say menuju gedung Sikka Convention Center (SCC).

“Besok Rabu (8/4/2020) akan direkrut 100 relawan lagi,” paparnya.

Dikatakan, situasi ini merupakan langkah strategis darurat penanganan Covid-19 dan DPRD Sikka menyetujui anggaran penanganan Covid-19  senilai Rp.31 miliar, termasuk untuk rumah sakit TC Hillers Maumere.

Keputusan yang diambil soal karantina penumpang kapal, tambahnya, merupakan upaya pemerintah untuk mengisolir agar virus Corona ini tidak menyebar dan meluas.

“Ini adalah upaya pencegahan dan belum tentu penumpang yang turun dari kapal tersebut positif statusnya, tapi langkah antisipasinya harus dilakukan. Tolong disampaikan kepada masyarakat bahwa ini langkah terbaik, karantina selama 14 hari,” ujarnya.

Sementara itu bupati Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, pemerintah tetap melakukan langkah terbaik dalam menangani penyebaran Covid-19 di kabupaten Sikka.

Pemerintah, sebut Robi sapannya, berusaha semaksimal mungkin dengan menyiapkan berbgai hal, mulai dari pencegahan dan promotif, termasuk fasilitas perawatan bahkan lokasi pemakanan.

“Untuk kuratif yang jadi tugas dinas Kesehatan dan rumah sakit dianggarkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Semua penggunaan dana diawasi betul oleh inspektorat dan kejaksaan agar tidak ada temuan,” tuturnya.

Lihat juga...