Akses Jalur Transportasi Darat di Sikka Dibatasi, Dua Pekan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memberlakukan penutupan sementara jalur transportasi darat sejak tanggal 30 Maret hingga 12 April 2020 antara perbatasan antarkabupaten.

Kebijakan ini pun menuai protes dari berbagai kalangan karena banyak mobil barang bahkan mobil pengangkut ikan pun tidak diperbolehkan masuk di Kabupaten Sikka dan disuruh pulang di perbatasan Kabupaten Flores Timur dan Sikka.

“Tidak ada larangan hanya pembatasan saja. Setiap penumpang yang datang akan dicek kesehatannya dan dilakukan penyemprotan disinfektan sesuai standar penanganan yang ditetapkan,” ungkap Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, Rabu (1/4/2020).

Kepala Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus saat ditemui di Posko Covid-19, Rabu (1/4/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Sirilus mengatakan, memang ada pembatasan kendaraan tetapi bukan dilarang masuk hanya saja semua mobil yang masuk juga dilakukan penyemprotan disinfektan termasuk penumpangnya.

Sementara itu seorang warga Kabupaten Sikka, Hexsa Saputra saat ditanyai mengaku bingung dengan adanya kebijakan tersebut karena presiden mengatakan belum adanya pemberlakuan lockdown wilayah.

Menurut dia, seharusnya pemeriksaan tetap dilakukan dengan menerapkan standar penanganan penyakit corona sesuai dengan yang disampaikan pemerintah pusat bukan melarang orang dan mobil memasuki wilayah Kabupaten Sikka.

“Kami masyarakat bingung apakah memang Kabupaten Sikka sudah menerapkan aturan lockdown sehingga semua orang dan kendaraan dilarang masuk ke Kabupaten Sikka,” tanyanya.

Hexsa mengaku bingung dan heran apabila dilakukan larangan tersebut karena dengan begitu semua mobil barang termasuk yang mengangkut BBM dan sembako juga ikut dilarang masuk ke Kabupaten Sikka.

Dalam surat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Sikka yang ditandatangani Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, disampaikan bahwa dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di daratan Flores dan Lembata maka diambil berbagai langkah.

Pertama, dilakukan penutupan sementara jalur transportasi darat dari dan ke wilayah Kabupaten Sikka yaitu perbatasan Kabupaten Sikka-Ende, Kabupaten Sikka dan Kota Baru, Kabupaten Ende serta perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur.

Kendaraan yang diizinkan masuk dan keluar wilayah Kabupaten Sikka yaitu kendaraan ambulans, pejabat daerah, petugas keamanan TNI dan Polri, tim gugus tugas percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 se-daratan Flores dan Lembata serta kendaraan barang pengangkut BBM, sembako dan lainnya.

Setiap kendaraan yang diizinkan masuk terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur standar dan penutupan ini berlaku sejak tanggal 30 Maret sampai 12 April 2020.

Lihat juga...