Antisipasi PHK, Pemprov Jateng Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Imbas penuruan di sektor perekonomian, akibat virus corona semakin dirasakan, khususnya para buruh di Jateng.

Data per Jumat (3/4/2020) sebanyak 2.869 buruh telah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 454 dirumahkan tanpa upah.

“Kita telah siapkan jaring pengaman ekonomi, untuk mengantisipasi para buruh yang terkena PHK dan dirumahkan. Dari Rp 1,4 triliun, anggaran yang disiapkan untuk penanganan corona, Rp 1 trilun diantaranya untuk jaring pengaman ekonomi,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Sabtu (4/4/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan, buruh yang terkena PHK maupun yang dirumahkan juga bakal mendapat sokongan bantuan lewat Kartu Prakerja, yang akan diluncurkan pada bulan April 2020 ini.

“Pemerintah pusat telah menyiapkan program melalui Kartu Prakerja. Silakan nanti teman-teman bisa mendaftar. Jateng mendapat kuota Kartu Prakerja sebanyak 241.705. Untuk teknis sedang disiapkan, apalagi ini data penerimanya sangat dinamis,” lanjutnya.

Menurut Ganjar, Kartu Prakerja yang juga masuk dalam jaring pengamanan ekonomi dampak corona, merupakan bantuan berupa biaya pelatihan bagi masyarakat, yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilan.

Nantinya para pemegang kartu tersebut bakal menerima beberapa fasilitas dengan total nominal bantuan Rp 3,5 juta. Rinciannya, setiap bulan mereka menerima insentif sebesar Rp 600 ribu selama empat bulan. Ditambah biaya survei senilai Rp 50 ribu, sebanyak tiga kali dan pelatihan online satu kali senilai Rp 1 juta.

“Sesuai petunjuk Kementerian Tenaga Kerja, masyarakat terlebih dahulu mesti mendaftar online di prakerja.go.id. Pendaftaran dibuka secara online mulai 7 April 2020 , untuk wilayah Jateng, total anggaran mencapai Rp 1,497 triliun,” katanya.

Ganjar telah meminta sosialisasi dilakukan segera oleh dinas tenaga kerja tiap kabupaten kota, agar bergerak mengumumkan pada masyarakat.

“Kartu Prakerja ini bukan hanya untuk mereka yang ditimpa PHK atau dirumahkan, kartu tersebut juga berlaku untuk para pencari pekerjaan atau semua warga Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah atau kuliah,” pungkasnya.

Terpisah, salah seorang pekerja yang baru saja terkena PHK, mengaku akan segera mendaftarkan diri. “Saya sebenarnya bukan buruh pabrik, tapi usaha katering. Semenjak ada corona, usaha katering tempat saya bekerja, minim orderan. Banyak acara yang ditunda atau dibatalkan, akibatnya sepi pesanan dan karyawan dirumahkan,” papar Wahyudi.

Warga Kelurahan Tembalang Semarang tersebut, mengaku saat ini dirinya tidak punya pekerjaan lain dan hidup bergantung kepada orang tua. “Mudah-mudahan dengan adanya Kartu Prakerja ini bisa menjadi solusi,” pungkasnya.

Lihat juga...