Arab Saudi Pulangkan Jamaah Umrah dan WNI Pelanggar Imigrasi

Kementerian Luar Negeri RI menggelar jumpa pers lewat aplikasi video conference di Jakarta, Kamis (9/4/2020), yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (depan, tengah) dan dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri RI – Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi memfasilitasi pemulangan sejumlah jamaah umrah asal Indonesia, sekaligus mendeportasi beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian.

“Rencananya tiba pada Kamis (9/4/2020). Penerbangan sudah disiapkan Pemerintah Arab Saudi untuk memulangkan jemaah umrah kita, termasuk jemaah umrah yang overstayer  (tinggal melebihi masa yang ditentukan) sejak 1 September tahun lalu,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, Kamis (9/4/2020).

Namun demikian, Judha tidak menyebut jumlah WNI, dan bandara yang ditunjuk menjadi lokasi kedatangan. Judha hanya menjelaskan, sesampainya di tanah air rombongan WNI itu akan kembali diperiksa otoritas terkait, meskipun sebelum dipulangkan mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan. “Pada saat ketibaan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sesuai dengan protokol kesehatan yang ada akan melakukan pemeriksaan tambahan,” terang Judha.

Pemeriksaan tambahan yang dimaksud di antaranya, memeriksa kembali suhu tubuh, tingkat saturasi (kadar) oksigen dalam tubuh, dan pengecekan awal gejala COVID-19. “Mereka juga nanti akan diminta untuk mengisi health alert card (kartu kewaspadaan kesehatan) dan diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” tambahnya.

Pemerintah Indonesia sejak 20 Maret mewajibkan semua pendatang atau penumpang penerbangan internasional, mengisi dan menyerahkan kartu kewaspadaan kesehatan kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Hal itu dilakukan sebelum ketibaan di pintu masuk bandara internasional di Indonesia. Selama proses pemeriksaan berlangsung, jika petugas menemukan gejala COVID-19 pada penumpang maka ia akan langsung dikarantina. “Gejala yang dimaksud, di antaranya flu dan demam,” terang Judha.

Pemerintah Indonesia melaporkan per Kamis (9/4) jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 3.292 jiwa. Dari angka itu, 252 orang pasien dinyatakan sembuh, dan 280 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...