ASDP Bakauheni Antisipasi Kemacetan Imbas Pemberlakuan Tiket ‘Online’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kemacetan kendaraan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) imbas pemberlakuan tiket online diakui PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni.

Saat dikonfirmasi Cendana News, Syaifullail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni mewakili Solikin, General Manager ASDP menyebut telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

Syaifulail Maslul (kiri) Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (4/4/2020) – Foto: Henk Widi

Risiko kemacetan di pintu masuk pelabuhan tepat di loket pembelian tiket kendaraan disebutnya sudah diantisipasi. Sebelum pemberlakuan pembelian tiket secara online melalui laman www. Ferizy.com imbauan telah disampaikan kepada sejumlah pihak.

Pihak yang diimbau menurutnya pengemudi kendaraan ekspedisi, pengurus jasa penyeberangan, kepolisian dan unsur terkait.

Pemberlakuan migrasi pembelian tiket menurut Syaifullail Maslul sejatinya telah dilakukan bertahap. Sejak awal 2018 pembelian tiket tunai (cash) bermigrasi menjadi sistem nontunai (cashless) memakai uang elektronik.

Memasuki awal 2020 sejak awal Maret soft launching migrasi cashless pembelian di lokasi (on show) diganti ke sistem reservasi online.

“Semua stakeholder sudah pernah mendapat sosialisasi, terkait kemacetan yang ada di pintu masuk pelabuhan akan menjadi perhatian bagi pengurus, pengguna jasa, adanya pengurangan loket offline berganti online. Karena banyak pengguna jasa belum beralih ke pembelian sistem online,” terang Syaifullail Maslul, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (4/4/2020).

Penerapan sistem penjualan tiket secara online menurutnya sudah diumumkan ASDP melalui spanduk, selebaran.

Ia juga menampik jika migrasi yang dilakukan dalam pembelian tiket online kurang sosialisasi. Sebab melalui laman resmi ASDP, media sosial Instagram ASDP gencar dilakukan sosialisasi migrasi pembelian tiket online.

Terjadinya kemacetan disebutnya jadi edukasi pengguna jasa agar segera membeli tiket online sebelum menyeberang.

Edukasi pembelian tiket yang dilakukan secara online menurutnya melibatkan pengurus, penyedia operator kapal. Sebab dengan mulai berkurangnya mobilitas kendaraan akibat pandemi Corona (Covid-19) kemacetan berpotensi terjadi.

Kemacetan yang terjadi menjadi perhatian penting bagi para pelaku usaha ekspedisi yang melakukan distribusi barang asal Sumatera ke Jawa.

“Jika tidak ditegaskan maka penyedia jasa tidak segera beralih ke pemesanan tiket online, kami tidak mempersulit tapi justru mempermudah,” tegas Syaifullail Maslul.

Proses pembelian tiket online menurutnya justru mempermudah pengguna jasa. Sebab saat pengemudi, pengurus jasa penyeberangan membeli tiket secara online akan mendapat kode pemesanan dan barcode.

Usai membeli tiket barcode dan QR Code pembelian bisa di-scan di loket pembelian tiket untuk membuka gerbang menuju ke kapal.

Waktu transaksi pada proses pembelian tiket online menurutnya hanya butuh 30 detik. Sebab dengan pembelian tiket online tersebut sekaligus melaksanakan progam social distancing atau physical distancing yang digencarkan dalam upaya pencegahan virus Covid-19.

Melalui proses pembelian tiket yang cepat akan menghindari kerumunan orang di depan loket pembelian tiket.

“Momen saat pemerintah melakukan langkah social distancing karena pembelian tiket online, hanya scan barcode tidak bersentuhan dengan orang lain,” beber Syaifullail Maslul.

Sebelumnya diberitakan Cendana News, antrean dan kemacetan terjadi di pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Usai diberlakukan pembelian tiket online kemacetan tidak terhindarkan sejak Jumat malam (3/4) hingga Sabtu pagi (4/4).

Sejumlah petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Satlantas Polres Lamsel melakukan penguraian kemacetan.

Sebanyak 8 loket pembelian tiket kendaraan yang semula memberlakukan sistem online kembali memberlakukan pembelian di lokasi. Sebanyak 4 loket tetap dibuka untuk pembelian secara langsung (on show) dan sebanyak 4 loket diberlakukan secara online.

Kemacetan kendaraan bisa terurai meski sempat terjadi di Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Tol Trans Sumatera.

Sugiyono, penyedia jasa penyeberangan CV Dian Jaya menyebut empat kendaraan miliknya sempat mengalami keterlambatan. Sebab ia masih mempergunakan sistem pembelian tiket secara on show. Meski sempat membeli tiket secara online dengan aplikasi yang diunduh pada Google Play Store kendaraan miliknya terjebak pada antrean.

Sejumlah pengurus jasa pengiriman barang menunggu kendaaraan yang akan menyeberang ke pulau Jawa, Sugiyono (kiri) penyedia jasa penyeberangan CV Dian Jaya mencatat kendaraan yang akan membeli tiket online, Sabtu (4/4/2020) – Foto: Henk Widi

“Posisi kendaraan sudah ada di dalam antrean sekitar ratusan meter dari pintu masuk, harus menunggu kendaraan di depannya hingga terurai,” cetusnya.

Sugiyono menyebut tetap mengapresiasi langkah migrasi pembelian tiket. Namun kendala yang dihadapi pengemudi, jasa penyeberangan waktu kedatangan kendaraan belum bisa dipastikan.

Kondisi jalan rusak membuat pemesanan tiket online berisiko kendaraan tiba di luar waktu tiket yang telah dibeli. Risiko tiket hangus karena berganti hari masih menjadi kendala bagi penyedia jasa penyeberangan.

Sugiyono dan sejumlah pengurus jasa penyeberangan berharap loket pembelian tiket ditambah. Ia juga menyebut jarak antara loket pembelian tiket dan akses jalan Lintas Sumatera dan Jalan Tol Trans Sumatera terlalu dekat.

Imbasnya saat terjadi antrean kendaraan berimbas stagnasi. Tidak adanya shelter yang luas membuat kendaraan ekspedisi tidak memiliki area parkir untuk menunggu proses pembelian tiket.

Lihat juga...