Bali Datangkan 20 Ribu Rapid Test Kit dari Singapura

Sekda Bali, Dewa Made Indra, saat meninjau proses rapid test di Bapelkesmas Bali yang dijadikan salah satu tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia – Foto Ant

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mendatangkan 20 ribu rapid test kit atau alat uji cepat, untuk pengujian COVID-19 dari Singapura. Hal itu dilakukan dengan harapan, dapat menguji lebih banyak lagi kelompok masyarakat yang berisiko terpapar COVID-19.

“Dari hasil komunikasi Bapak Gubernur dengan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, sudah didapatkan 20 ribu,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, di Denpasar, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, 20 ribu rapid test kit yang dipesan dari Singapura itu sekarang posisinya sudah di Jakarta. Masih dalam pengurusan administrasi pihak Bea Cukai. Selain rapid test kit, Pemprov Bali juga dibantu untuk pengadaan ventilator dari Singapura. Tetapi persoalannya untuk membawa ke Pulau Dewata tidak mudah dilakukan, di tengah jumlah penerbangan terbatas.

Dewa Indra mengemukakan, sebelumnya Bali juga mendapatkan bantuan rapid test kit dari pemerintah pusat sebanyak 4.800 unit untuk tahap pertama, dan 8.400 untuk tahap kedua. Alat tersebut telah digunakan untuk menguji pekerja migran Indonesia yang tiba di Bali, para petugas medis, para petugas karantina dan pihak-pihak yang berisiko terjangkit COVID-19. “Jumlah yang di provinsi sudah banyak berkurang, tetapi untuk di kabupaten dan kota masih tersedia,” ujar pria yang menjabat Sekda Provinsi Bali tersebut.

Dewa Indra mengatakan, pengujian menggunakan alat itu idealnya dilakukan dua kali. Yang pertama di bandara atau di karantina, dan apabila hasilnya negatif langsung dipersilahkan pulang. “Mereka sudah diberikan pengarahan bahwa pada hari kedelapan agar kembali diuji di kabupaten dan kota masing-masing,” jelasnya.

Sedangkan bila hasil rapid tes menunjukan ada gejala COVID-19, pemeriksaan dilanjutkan dengan PCR di laboratorium. (Ant)

Lihat juga...