Baznas Dampingi Petani Sukabumi Kembangkan Padi Organik

Editor: Koko Triako

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan program Lumbung Pangan Baznas dalam upaya pemberdayaan para petani mustahik di daerah. Salah satunya, para petani mustahik di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, yang melakukan panen padi pada Selasa (7/4/2020).

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, mengatakan para petani di daerah tersebut diberdayakan, didampingi oleh Baznas, mereka menanam padi organik yang memiliki harga jual tinggi.

“Baznas melakukan pemberdayaan berupa modal, pelatihan, dan  pemasaran. Proses budi daya organik pada lahan di Sukabumi ini menghasilkan beras yang bebas pestisida atau bahan kimia, sehingga lebih sehat dan berkualitas,” kata Irfan, dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Selasa (7/4/2020) siang.

Dalam penerapannya, Baznas terus melakukan pendampingan para petani mustahik memanen padi yang ditanam dengan mengedepankan proses ramah lingkungan.

Yaitu, pengembangan padi organik dengan konsep pertanian berkelanjutan, melalui teknologi peningkatan hasil panen System of Rice Intensification (SRI).

Lumbung Pangan Baznas di Sukabumi pertama kali mulai dikembangkan pada akhir 2018. Hingga saat ini, terhitung mustahik telah melakukan panen 3 kali. Baznas pun terus membantu petani menerapkan konsep pertanian ini.

“Pada pekan ke dua bulan April 2020, Baznas bersama petani akan kembali melakukan panen raya untuk ke empat kalinya, sejak pertama program pemberdayaan ekonomi ini diluncurkan pada akhir 2018 lalu,” urainya.

Lebih lanjut dijelaskan, panen padi berumur 110 hari menghasilkan 400 kg gabah kering panen (GKP) pada lahan seluas 1.000 m2.

Sedangkan dari luasan 5.000 m2, dapat menghasilkan 2.000 kg atau setara dengan 4.000 kg per hektare.

Di pekan kedua bulan April ini, petani di wilayah Sukabumi ini akan melakukan panen raya seluas 90 hektar sawah. Ada pun harga jual GKP yang dihasilkan sebesar Rp6.000,00 per kg. Harga ini lebih tinggi dari harga GKP lahan sawah yang dibudidayakan secara konvensional sebesar Rp3.800,00-Rp 4.500,00 per kg.

“Dari hasil lahan seluas 5.000 m2, menghasilkan Rp12.000.000,00,  dan akan hasilkan Rp24.000.000,00 per hektare. Ini lebih besar dari hasil pertanian konvensional,” pungkasnya.

Lihat juga...