Bengkel Kendaraan di Lamsel Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Operasional bengkel mobil milik CV Murni Jaya di Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, tetap berjalan normal, meski wabah Corona Virusdisease (Covid-19) melanda.

Yuston, pemilik bengkel menjelaskan, operasional bengkel dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan edaran pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

Sejumlah langkah protokol kesehatan diterapkan kepada pelanggan dan karyawan. Setiap kendaraan yang akan direparasi, karyawan melakukan penyemprotan cairan desinfektan. Prioritas penyemprotan atau desinfeksi pada sejumlah kendaraan angkutan yang mengirim barang ke wilayah zona merah Covid-19.

Yuston, pemilik bengkel CV Murni Jaya yang tetap beroperasi dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan bagi pelanggan dan karyawan, Jumat (3/4/2020). -Foto: Henk Widi

Sejumlah kendaraan yang dibawa pemilik akan menjalani proses desinfeksi. Selain itu, pengemudi yang akan masuk ke area bengkel diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer. Langkah protokol kesehatan tersebut dilakukan pengelola bengkel, dalam upaya meminimalisir terjadinya paparan virus Covid-19.

“Antisipasi kami prioritaskan, karena sejumlah kendaraan dan pengemudi memiliki mobilitas ke area terdampak Covid-19 meliputi Jakarta dan sekitarnya, sehingga menjaga keamanan kesehatan bagi pelanggan dan pengelola bengkel,” terang Yuston, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (3/4/2020).

Sejumlah kendaraan yang masuk ke bengkel, menurutnya merupakan kendaraan antarpulau. Upaya pencegahan dengan disinfeksi sebelum dan sesudah masuk bengkel menjadi upaya memberi kenyamanan bagi pelanggan. Setiap hari, rata-rata sebanyak 7 hingga 10 kendaraan masuk untuk melalukan reparasi ringan hingga berat.

Khusus bagi seluruh karyawan sebanyak 6 orang, protokol kesehatan ketat diberlakukan. Kepada karyawan yang bertugas sebagai mekanik, kasir diwajibkan memakai masker. Penyediaan tempat cuci tangan diberi tambahan sabun cair untuk menjaga kebersihan. Selain tempat cuci tangan, pengelola bengkel menyediakan hand sanitizer yang akan disemprotkan pada pelanggan.

“Penerapan physical distancing dilakukan dengan menyediakan tempat duduk bagi pelanggan berjauhan, mencegah kontak fisik,” tutur Yuston.

Pengoperasian bengkel, menurutnya dilakukan agar tetap bisa melayani konsumen. Sebab, sejumlah kendaraan yang datang merupakan kendaraan ekspedisi hasil pertanian dan perikanan. Sejumlah kendaraan rutin melakukan perbaikan ban, penggantian oli dan pemeriksaan mesin setelah melakukan perjalanan jarak jauh.

Sakirin, salah satu pemilik kendaraan ekspedisi, mengaku melakukan penggantian ban. Kendaraan yang kerap mengangkut hasil pertanian kelapa dan pisang ke Jakarta dan sekitarnya tersebut rutin menjalani perawatan, seperti ganti oli, pemeriksaan ban dan penggantian sparepart.

“Dua kali dalam sepekan, saya kerap mengirim komoditas pertanian, tapi di pelabuhan juga dilakukan pengecekan suhu tubuh, disifeksi di pintu masuk dan keluar pelabuhan,” beber Sakirin.

Proses disinfeksi pada kendaraan saat masuk ke bengkel, menurutnya cukup penting. Kendaraan yang menjalani disinfeksi menjadi cara pencegahan Covid-19 saat akan masuk ke bengkel. Ia juga diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer saat berada di bengkel.

Meski kerap melakukan pengiriman komoditas ke Jakarta dan sekitarnya, ia mengaku selalu menghindari kontak fisik.

Sesuai protokol kesehatan, Sakirin yang menjadi pengemudi tetap mengenakan masker. Usai melakukan perjalanan jauh dalam proses distribusi barang, ia tidak langsung bertemu keluarga.

Langkah yang dilakukan menurutnya dengan mandi air bersih dan mencuci semua pakaian yang dikenakan. Cara tersebut dilakukan, meski saat berada di bengkel, ia telah membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

Lihat juga...