Bulog Tidak Bisa Stabilkan Harga Bawang Putih

Pedagang menyortir bawang putih impor asal China di Pasar Tradisional Peunayung, Banda Aceh, Kamis (26/3/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyebut, pihaknya tidak bisa ikut berperan menstabilkan harga bawang putih di pasar. Meski saat ini stok kosong, Bulog tidak memiliki izin impor untuk komoditas tersebut.

“Hari ini Bulog tidak bisa mengintervensi pada masalah harga bawang putih, karena Bulog tidak mendapatkan stok dan tidak memiliki stok,” kata Budi Waseso dalam rapat virtual bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas tersebut mengatakan, Bulog sebenarnya telah mengajukan izin impor bawang putih kepada Pemerintah sejak Desember 2019. Pengajuan dilakukan karena stok dalam negeri yang kian menipis. Namun, Bulog ternyata tidak diberi kuota izin impor bawang putih. Izin diberikan kepada perusahaan atau importir swasta. Sementara importir bawang putih disebutnya, kerap memainkan harga dengan menimbun stok menjelang Ramadan.

Ketika memasuki Ramadan, perusahaan swasta baru mengeluarkan stok secara perlahan dengan harga yang tinggi. “Kami sudah tahu bahwasanya permainan bawang putih ini pada importir-importir selalu menimbun dulu. Di kala Lebaran dan puasa ini, baru mereka akan keluarkan pelan-pelan dengan harga yang tinggi,” kata Buwas.

Ada pun impor bawang putih telah diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, dengan diterbitkannya Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) sebanyak 450.000 ton kepada 54 importir.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata bawang putih nasional pernah mencapai puncaknya di level Rp55.700 per-kg pada 11 Februari lalu. Saat ini, harga rata-rata bawang putih hingga Kamis (9/4/2020) mencapai 44.850 per kg. Di sisi lain, pemerintah menargetkan harga bawang putih berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per-kg. (Ant)

Lihat juga...