Bupati Garut: Corona tak Sebabkan Kerawanan Pangan

GARUT  – Bupati Garut, Rudy Gunawan, memastikan tidak akan ada warga mengalami kerawanan pangan selama darurat wabah virus corona melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena berbagai bantuan dari pemerintah sudah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Lapor saya kalau ada yang kelaparan, tidak boleh ada kerawanan pangan,” kata Rudy Gunawan saat pemberian bantuan pangan di Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Garut, Sabtu.

Pemkab Garut terus berupaya agar wabah virus corona tidak menimbulkan persoalan kerawanan pangan yang membuat masyarakat kelaparan.

Sejumlah program, kata dia, siap membantu menanggulangi masalah ekonomi dan pangan masyarakat agar ancaman kesulitan pangan tidak terjadi di Garut.

Ia menyampaikan upaya Pemkab Garut yang siap dilaksanakan di antaranya menyalurkan kembali anggaran dana desa (ADD) yang di dalamnya ada sebesar 2 persen dialokasikan untuk RW dalam membangun infrastruktur dan ekonomi.

“Sebagian dana itu dialokasikan untuk memperkuat ekonomi masyarakat karena dalam situasi seperti ini tidak ingin warganya ada yang kelaparan,” katanya.

Salah satu contoh daerah yang sudah menjalankan program ketahanan pangan di Garut, kata Rudy, yakni Pemerintah Desa Hanjuang di Kecamatan Bungbulang yang mengalokasikan anggaran desa untuk kebutuhan pangan keluarga miskin selama diberlakukan darurat corona.

Bupati mengapresiasi kepada Kepala Desa Hanjuang, Asep Rahayu Efendi, yang sudah mengalokasikan sebagian anggaran untuk kompensasi warga kurang mampu berupa bantuan beras 10 kg, ayam 2,5 kg, telur 2 kg, vitamin C satu paket, dan uang tunai Rp150 ribu.

“Hari ini atas nama kepala desa saya serahkan bantuan ini kepada ibu-ibu dan bapak-bapak untuk menjamin hidup ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata Bupati.

Saat pembagian kebutuhan pangan itu, Rudy menyampaikan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan, kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah dengan menghindari kerumunan orang.

“Kita doakan ibu bapak tetap sehat, dan virus corona di Republik Indonesia segera berlalu,” katanya. (Ant)

Lihat juga...