Bupati Sikka Kecewa Jumlah Penumpang KM. Lambelu Beda

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Informasi mengenai jumlah penumpang kapal KM. Lambelu yang diperoleh pemerintah kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum kapal milik PT. Pelni ini bersandar di pelabuhan Laurens Say Maumere mengalami perubahan setiap saat.

Kepastian jumlah persis penumpang yang terdata informasinya tercatat mengalami 3 kali perubahan dimana awalnya dikatakan, jumlah penumpang sebanyak 233 kemudian naik lagi 238, 239 dan malam harinya disampaikan lagi jumlahnya 246 orang.

“Saya sedikit kecewa dengan KM. Lambelu dan PT. Pelni karena informasinya tidak jelas. Manifes penumpang dengan fakta yang ditemukan sangat berbeda,” tegas bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (8/3/2020).

Robi sapaannya mengatakan, setelah didata jumlah riil penumpang sebanyak 216 orang dan dirinya menduga ini mungkin praktik untuk menjual tiket gelap sehingga penumpang tidak terdata.

Dirinya mengatakan kepada Pelni agar jangan main-main sebab penumpang yang terkait  virus Corona bukan penumpang biasa sehingga datanya harus jelas agar bisa ditangani dengan baik saat tiba.

“Saya minta petugas Pelni harus jujur kalau mau mengangkut penumpang. Mereka ini bukan barang tapi manusia sehingga harus dilakukan pendataan secara jelas,” harapnya.

Terhadap KM. Lambelu tutur Robi, sebenarnya pemerintah kabupaten Sikka sudah ingatkan dan menyurati berdasarkan laporan dari Posko Covid-19 di Nunukan Kalimantan bahwa ada 4 penumpang positif Covid-19.

Keempat penumpang ini sebutnya, juga ikut berlayar dengan KM. Lambelu di bawah 14 hari dimana hasil pemeriksaan oleh Gugus Tugas Covid-19 di Nunukan ditemukan keempat penumpang tersebut positif Covid-19.

“Kita sudah ingatkan agar berhati-hati tetapi mau tidak mau ini kapalnya harus bersandar. Maka kita akan lakukan karantina secara terpusat di Maumere terhadap para penumpang,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir mengatakan, jumlah penumpang secara keseluruhan di dua lokasi karantina yakni gedung Sikka Convention Center dan aula rumah jabatan bupati Sikka sebanyak 216 orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, NTT, Muhammad Daeng Bakir yang ditemui di gedung SCC, Rabu (8/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Penumpang yang ditampung di gedung SCC dan tenda di depan gedung sebanyak 176 orang yang terdiri dari 133 warga kabupaten Sikka,17 asal Flores Timur, 22 dari Ende, 1 asal Bajawa, 2 Nagekeo dan 1 lainnya dari Manggarai Timur.

“Penumpang yang ditampung di aula rumah jabatan bupati sebanyak 40 orang perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat seorang ibu hamil, 34 dewasa dan 5 anak-anak,” terangnya.

Lihat juga...