Cegah Longsor, Petani Integrasikan Tanaman Kayu Keras dan Jagung

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kontur perbukitan yang di wilayah Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) berpotensi mengakibatkan longsor imbas alih fungsi lahan. Penggunaan lahan untuk menanam jagung berimbas kurangnya penahan tanah lapisan permukaan saat penghujan.

Agus Irawan, petani di Desa Bakauheni memilih mengintegrasikan lahan untuk menanam jagung dan pohon sengon. Langkah tersebut diambil untuk mencegah kerusakan lahan namun masih dapat memberikan pemasukan dalam jangka pendek.

“Pemanfaatan lahan yang semula hanya dibiarkan terlantar untuk menanam jagung dan kayu keras memberi sumber penghasilan tambahan bagi petani sekaligus menjaga lahan miring tidak longsor,” terang Agus Irawan saat ditemui Cendana News, Rabu (1/4/2020).

Pada sejumlah titik yang berada pada lereng bukit ,Agus Irawan menyebut keberadaan pohon randu alas membuat mata air tetap tersedia. Sumber mata air yang dikenal belik digunakan warga untuk sumber air bersih dan penyiraman tanaman. Pada kondisi musim kemarau pasokan air bersih pada wilayah tersebut masih tetap terjaga.

“Alih fungsi lahan untuk penanaman jagung karena kebutuhan ekonomi namun diiringi dengan penanaman kayu keras jadi cara menghambat laju kerusakan lingkungan,” bebernya.

Petani lain, Soleh menyebut, memilih mengintegrasikan tanaman jagung dengan pohon jati putih. Memiliki lahan pada lereng perbukitan membuat lahan berpotensi tergerus air saat penghujan.

“Pada bagian lembah sengaja saya buat tanggul agar tanah bagian atas tidak terbawa ke sungai, lalu saya tanami pohon jati putih,” bebernya.

Penanaman pohon jati putih menurutnya efektif untuk menjaga tanah tidak longsor. Ratusan pohon yang semula meranggas saat kemarau kini mulai bersemi dan menjadi peneduh alami. Perakaran yang kuat dari pohon jati putih ikut membantu pencegahan longsor saat musim penghujan.

Menanam pohon jati putih atau dikenal dengan jati ambon menurut Soleh bisa memiliki dua fungsi. Selain sebagai tanaman konservasi, penanaman jati ambon berfungsi untuk investasi jangka panjang. Saat kebutuhan mendesak dengan usia jati putih siap dipergunakan untuk bahan palet pohon bisa dijual. Satu pohon jati ambon usia enam tahun bisa dijual dengan harga mulai Rp250ribu hingga Rp500ribu menyesuaikan ukuran.

Paeran, peternak di Lampung Selatan menyebut memanfaatkan lahan untuk integrasi tanaman pakan ternak dan kayu keras. Lahan tidur yang semula ditumbuhi semak belukar dimanfaatkan olehnya untuk penanaman rumput gajah. Pada sela sela lahan ia menanam jati ambon yang bisa dipanen saat dibutuhkan.

Penanaman tanaman pakan dengan kayu keras jenis jati ambon disebutnya cukup efektif. Sebab ia bisa menjaga lahan tanah dari potensi terkikis air hujan. Manfaat ganda untuk penyiapan pakan ternak dan kayu bahan bangunan menjadikan lahan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebab pakan cadangan tersedia melimpah sekaligus menjaga lahan perbukitan tidak longsor.

Lihat juga...