Dampak Corona Penjualan di Aplikasi Daring Alami Peningkatan

JAKARTA – Salah satu aplikasi e-commerce yang menjual hasil pertanian secara daring, Kedaisayur, mengalami peningkatan penjualan terhadap konsumen mencapai lebih dari 100 persen, terutama selama pandemi COVID-19 merebak di Indonesia.

Meski tidak ingin menyebutkan rinciannya, Direktur Utama Kedaisayur, Adrian Hernanto, menyebutkan bahwa selama terjadinya pandemi, terjadi perubahan pola konsumen B2C dari sebelumnya didominasi oleh hotel, restoran, kafe dan katering, saat ini penjualan justru melonjak pada konsumen rumahan atau individu.

“Konsumen seperti hotel, resto, kafe dan katering sedikit mengalami penurunan. Walaupun mengalami penurunan pada market tersebut, di sisi lain permintaan konsumen rumahan atau individu cukup melonjak,” kata Adrian  di Jakarta, Sabtu.

Adrian menjelaskan bahwa e-commerce yang diprakarsainya ini mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan, baik dari segi “traffic social media” hingga jumlah unduhan aplikasi Kedaisayur di playstore.

Ada pun selama pandemi COVID-19 ini, komoditas seperti bawang bombai dan jahe selalu habis dibeli konsumen. Produk lainnya yang juga memiliki permintaan tinggi, yakni bawang, cabai, tomat dan buncis.

Namun demikian, Kedaisayur berupaya selalu memasok barang lebih banyak dari kondisi normal.

Sementara itu, Direktur Operasional Kedaisayur, Ahmad Supriyadi, menjelaskan dalam meningkatkan layanan terhadap konsumen, terutama saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan bekerja dari rumah (WFH), perusahaan selalu menganalisis permintaan konsumen sehingga penambahan stok barang lebih valid.

“Kesigapan dari tim operasional dalam memberikan layanan dan penanganan produk juga kami tingkatkan sehingga dapat memberikan layanan terbaik dan memuaskan,” kata Ahmad.

Sejak didirikan pada 2018, Kedaisayur telah bermitra dengan petani di sejumlah wilayah, antara lain Cipanas, Brebes, Kediri dan Blitar. (Ant)

Lihat juga...