Dampak Covid-19, Harga Bawang di Sikka Naik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dampak dari merebaknya virus Corona membuat banyak kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan di 3 pasar besar di kota Maumere yakni pasar Alok, pasar Tingkat dan Wairkoja.

Kenaikan ini bervariasi apalagi bawang sebab harus didatangkan dari luar NTT seperti bawang merah dari Bima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sementara bawang putih dari Surabaya provinsi Jawa Timur.

“Memang ada kenaikan beberapa komponen harga antara lain gula pasir mengalami kenaikan dari Rp.18 ribu menjadi Rp.20 ribu per kilogramnya,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM Kabupaten Sikka, NTT, Yosef Benyamin, Kamis (9/4/2020).

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM kabupaten Sikka, NTT Yosef Benyamin, saat ditemui di pasar Alok, Kamis (9/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Yosef mengatakan, bawang putih yang mengalami kenaikan drastis dari Rp.35 ribu menjadi Rp.50 ribu per kilogram sementara bawang merah dari Rp.25ribu menjadi Rp.30 ribu per kilogram.

Harga ini kata dia, akan bergerak naik kalau pasokan bawang berkurang dan tiap hari pihaknya tetap melakukan pemantauan harga, bukan karena sedang terjadi pandemi Corona saja.

“Kita mendatangkan bawang putih dari Surabaya. Kita akan tetap melakukan pemantauan karena kalau di distributor stoknya banyak, tapi tidak diedarkan maka akan ditindak,” tegasnya.

Dampak ekonomi terkait Corona, Yosef mengatakan, sangat terasa terutama terhadap pedagang kecil seperti ikan dan sayur karena pembeli sepi sejak merebaknya virus Corona bahkan banyak yang tidak berjualan lagi.

Untuk tidak membebani pedagang, tambahnya, retribusi pelayanan parkir di pasar dan pungutan di pasar semuanya ditiadakan terutama di 3 pasar induk. Berlaku sampai situasi memungkinkan baru akan dilakukan pungutan kembali.

“Harga beras masih normal dan kita juga akan berlakukan operasi pasar murah. Sudah berkoordinasi dengan Bulog dan beberapa distributor sembilan bahan pokok lainnya,” ungkapnya.

Damawati, pedagang sembako di pasar Alok Maumere yang ditanyai Cendana News, membenarkan, adanya kenaikan bawang merah dan bawang putih dengan harga sesuai yang disampaikan kepala dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka.

Menurut Darmawati, kenaikan terjadi sejak dari distributor dimana bawang merah diambil distributor di Makassar provinsi Suawesi Selatan dan Bima provinsi NTB. Sementara bawang putih didatangkan dari Surabaya.

“Kalau bawang merah stoknya masih agak banyak tapi bawang putih stoknya juga mulai menipis sehingga harga pun beranjak naik. Penjualan pun menurun drastis hingga 50 persen karena pasar sepi sekali,” sebutnya.

Lihat juga...