Datang dari Malaysia, Seorang Warga Sikka Berstatus PDP

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Data dari Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-10 di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebutkan, hingga Jumat (3/4/2020) pukul 08.00 WITA, tercatat ODP sebanyak 85 orang, sementara seorang berstatus PDP dan 3.232 pelaku perjalanan.

Sebelumnya, seorang warga kelurahan Beru, kecamataan Alok Timur, yang baru tiba dari Malaysia sempat berstatus PDP, namun setelah mendapatkan penanganan medis, statusnya menjadi ODP.

“Orang tersebut berdasarkan informasi baru datang dari Malaysia. Pasien tersebut masuk ke Puskesmas Waigate dengan gejala batuk dan flu sehingga dibawa ke Puskesmas Kewapante,” sebut Petrus Herlemus, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Jumat (3/4/2020).

Saat ditemui di kantornya, Petrus mengatakan, pasien tersebut dibawa ke RS TC Hillers Maumere. Tetapi dibawa ke UGD bukan langsung ke ruang isolasi. Untungnya di UGD perawat dan dokter mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Pasien pun lanjutnya, dibawa ke ruang isolasi untuk mendapatkan perawatan. Pasien mendapatkan perawatan intensif oleh tenaga medis yang telah dipersiapkan untuk menangani pasien Covid-19.

“Kondisi mobilitas orang yang masuk ke kabupaten Sikka sangat tinggi. Sejak awal saya khawatir. Kalau untuk penumpang pesawat masih bisa diminimalisir. Karena rata-rata pemahaman mengenai Covid-19 sudah sangat baik sehingga saat diminta untuk karantina mandiri mereka lakukan,” sebutnya.

Tetapi lanjutnya yang dikhawatirkan kata Petrus, para penumpang kapal laut yang kebanyakan bekerja menjadi buruh di perkebunan dan lainnya. Pengetahuan mereka mengenai Covid-19 masih sangat rendah.

Lalu sambungnya, sekali turun dari kapal penumpang, jumlahnya bisa mencapai ribuan orang sehingga pihaknya pun kesulitan untuk melakukan screening terhadap para penumpang tersebut dengan sangat selektif.

“Tadi malam saya sampaikan ke bupati Sikka, kalau bisa dicari satu strategi agar penumpang kapal laut diredam terlebih dahulu. Setelah penumpang yang datang ditangani, maka minimal setelah 21 hari baru boleh masuk lagi,” sebutnya.

Dengan demikian sebut Petrus, akan memberikan waktu bagi petugas kesehatan untuk melakukan pemantauan semua orang yang datang dan dilakukan karantina mandiri. Supaya pemantauan lebih maksimal.

Banyaknya warga yang masuk maka tenaga kesehatan tidak mencukupi untuk melakukan pemantauan sehingga dengan adanya pembentukan posko siaga Covid-19 di desa bisa dilakukan pengawasan.

“Yang kita khawatirkan orang yang turun dari kapal statusnya positif Covid-19, maka sejak dari kapal sampai di rumah semua orang yang berinteraksi dengannya bisa tertular,” ujarnya.

Petrus berharap agar pemantauan pendatang yang melewati jalur laut dilakukan secara ketat, karena rentan sekali melakukan penularan, dan terkadang sulit dilakukan pemeriksaan secara ketat akibat banyaknya orang yang datang.

Dirinya meminta agar dilakukan pengetatan pemantauan di setiap pelabuhan termasuk pelabuhan kecil di Nangahale dan Wuring. Dibutuhkan relawan termasuk melibatkan staf pemerintah yang sedang libur bekerja.

“Sedang dipikirkan merekrut 200 relawan lagi untuk mendata keluarga yang terancam kekurangan pangan. Staf OPD yang libur bekerja dilibatkan melakukan pemantauan di setiap kecamatan secara bergantian selama 2 atau 3 hari,” pintanya.

Ari Filardi, GM Pelindo III cabang Maumere, menyebutkan, pelabuhan Laurens Say Maumere merupakan salah satu pintu masuk bagi barang dan penumpang. Pihaknya mulai melakukan pengawasan ketat untuk mencegah penularan Corona.

Pelabuhan Laurens Say Maumare, Kabupaten Sikka, NTT yang merupakan salah satu pintu masuk kapal penumpang dan barang saat disaksikan, Jumat (3/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Ari mengatakan, pihaknya sebagai operator juga telah melakukan koordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere, Dinas Kesehatan Sikka, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta Polres Sikka dan TNI.

“Kami sudah pesan chamber namun sementara belum kami gunakan karena masih menunggu cairan disinfektan apa yang ramah disemprotkan ke tubuh manusia. Sementara thermo gun sudah ada satu buah dan dua lainnya sedang dipesan,” ujarnya.

Ari menambahkan, pihaknya juga menyediakan 2 tandon dan masing-masing tandon atau tangki air terdapat 4 sampai 5 kran air sebagai tempat untuk mencuci tangan bagi para penumpang.

Lihat juga...