Di Tengah Pandemi, Antusiasme Calon Jemaah Haji Indonesia Tinggi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, antusiasme masyarakat muslim Indonesia yang akan melaksanakan haji tahun ini masih sangat tinggi. Hingga Jumat (3/4/2020), Kementerian Agama mencatat, ada lebih dari 114 ribu jemaah haji reguler telah melunasi biaya haji.

“Sebanyak 102.125 jemaah melunasi secara teller, sisanya atau 12.252 jemaah memanfaatkan fasilitas non teller. Pelunasan biaya haji reguler tahap pertama akan terus berlangsung hingga 30 April 2020,” terang Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, Jumat (3/4/2020) di Jakarta.

Muhajirin merinci, ada lima provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak yang melunasi Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (Bipih), di antaranya adalah Jawa Barat (24.977 jemaah), Jawa Timur (19.074), Jawa Tengah (16.469), Banten (6.306), dan DKI Jakarta (4.429).

Pelunasan Bipih tahap pertama dibuka sejak 17 Maret 2020. Awalnya, ada dua mekanisme pelunasan, yaitu pelunasan secara teller di bank dan non teller melalui e-banking atau ATM.

“Sejak 27 Maret, kami terbitkan aturan pelunasan Bipih secara non teller hingga 21 April 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim juga menyampaikan update yang sama. Arfi mengatakan bahwa untuk jemaah haji khusus, yang sudah melunasi sampai hari ini, sebanyak 12.368 orang.

“Artinya, sudah 76 persen dari total kuota jemaah berhak lunas sebesar 16.305,” tandas Arfi di hari yang sama.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Kemenag juga membuka pelunasan untuk jemaah haji khusus dengan status cadangan. Total kuota cadangan adalah 4.785 jemaah.

“Sampai hari ini, 1.976 jemaah haji khusus sudah melunasi dengan status cadangan,” kata Arfi.

Arfi Hatim juga menjelaskan, jadwal pelunasan Bipih khusus diperpanjang dengan alasan mempertimbangkan kondisi dan situasi terkini dari jemaah haji khusus, PIHK, dan BPS Bipih Khusus, serta upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Kami merespons aspirasi dari semua pihak untuk memperpanjang masa pelunasan Bipih Khusus untuk kali kedua. Awalnya, pelunasan tahap kesatu Bipih Khusus dibuka 16 – 27 Maret, lalu diperpanjang sampai 3 April. Sekarang, masa pelunasan kembali diperpanjang lagi sampai 30 April 2020,” tukasnya.

“Kami juga meminta agar jemaah haji khusus dapat mengoptimalkan proses pelunasan melalui mekanisme tanpa tatap muka yang telah disepakati antara PIHK/jemaah haji khusus dengan BPS Bipih Khusus,” sambung Arfi, menutup.

Lihat juga...