Di Tengah Pandemi Corona, Pelatnas Bulu Tangkis Tetap Berjalan

Atlet bulutangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (kedua kiri), mengikuti latihan jelang Kejuaraan Piala Sudirman 2019 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (7/5/2019) – Foto Ant

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah mengambil keputusan, untuk tetap menjalankan kegiatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur.

Namun, karena di tengah kondisi pandemi, pelatnas digelar dengan ketentuan khusus,  yang mengacu pada protokol kesehatan dari pemerintah. Keputusan itu diambil setelah PP PBSI melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR pada Rabu (8/4/2020) siang.

Di dalam rapat tersebut, PBSI diwakili oleh Sekjen PBSI Achmad Budiharto, beserta pemain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo. “Kami telah memutuskan bahwa atlet-atlet tidak akan dipulangkan ke rumah masing-masing, namun tetap ditempatkan di Pelatnas Cipayung. Kegiatan latihan juga tetap berjalan dengan ketentuan khusus,” kata Budi, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, atlet-atlet akan lebih aman jika tetap berada di lingkungan pelatnas, yang telah menjadi area karantina tertutup. Selain itu, asupan makanan serta nutrisi juga lebih terjamin, dan program menjaga kebugaran atlet akan lebih mudah dilakukan selama berada di pelatnas.

“Pada dasarnya, kesehatan dan keselamatan atlet adalah yang utama. Pelatnas merupakan area karantina tertutup. Maka dari itu, kami akan tetap menjalankan ketentuan kesehatan dari pemerintah, seperti physical distancing. Kami juga sudah membuat protokol yang lebih ketat lagi,” ujar Budi.

Pelatnas PBSI disebutnya, akan berjalan dalam dua tahap. Pertama, dimulai pada 13 April hingga akhir Mei 2020 dengan hanya 40 persen program latihan yang berjalan. Kegiatannya bertujuan untuk menjaga kebugaran. Tahap kedua akan dimulai pada 2 Juni 2020 yang disebut pelatnas akan berjalan normal dengan program intensif untuk peningkatan performa sekaligus persiapan jika turnamen sudah mulai berjalan pada Agustus 2020.

Mengenai kebijakan dan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang tidak membolehkan kegiatan berkumpul lebih dari lima orang, Budi meminta dispensasi lewat Kemenpora. “Dengan tetap memperhatikan ketentuan pencegahan COVID-19 dari pemerintah. Surat dispensasi itu akan kami ajukan,” tandas Budi. (Ant)

Lihat juga...