Dinas Dorong Petani di Pessel Tetap Produktif di Tengah Wabah Covid-19

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, diminta untuk terus produktif, mengingat akan ada peningkatan kebutuhan beras dalam kondisi wabah Covid-19. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan, mengatakan perlu adanya upaya untuk mendorong petani. Cara yang dilakukan kini ialah menugaskan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) selaku ujung tombak pembangunan pertanian.

Ia menyebutkan, petani yang merupakan selaku subjek dan objek pembangunan pertanian, terutama untuk daerah di Pesisir Selatan. Untuk itu, diharapkan agar saling bersinergi dalam upaya pemenuhan pangan pokok.

“Dalam kondisi ancaman wabah Covid-19 saat ini, produksi pertanian perlu terus ditingkatkan. Karena memang akan terjadi peningkatan kebutuhan, karena akan banyak aktivitas masyarakat di rumah,” katanya, ketika dihubungi via telepon, Senin (6/4/2020).

Ia menyatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan langkah optimalisasi pemanfaatan lahan, terutama sawah beririgasi teknis. Dengan demikian, Pemkab Pesisir Selatan berharap akan mampu menyediakan pangan pokok untuk mengatasi krisis pangan kalau terjadi lockdown.

 

“Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tentu berbagai upaya perlu dilakukan, seperti pencegahan hama dan penyakit tanaman,” jelasnya.

Untuk itu, Nuzirwan mengatakan, petani hendaknya proaktif melaporkan bila terjadi serangan hama dan penyakit tanaman, kepada PPL di wilayahnya untuk diambil langkah pencegahan.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta kepada PPL agar aktif memantau kondisi tanaman petani di lapangan. Selain itu perlu, dilakukan komunikasi secara intensif dengan petani, untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan.

Dikatakannya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan terus mendorong petani, agar meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Saat ini, lahan sawah beririgasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan juga terus dioptimalisasi untuk menggenjot produksi padi yang menjadi sumber ekonomi masyarakat.

“Lahan sawah beririgasi itu tetap mendapat perhatian, di mana pemkab mengupayakan lahan tersebut digarap secara maksimal untuk tanaman padi yang pada gilirannya meningkatkan ekonomi masyarakat Pesisir Selatan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan kapasitas tenaga PPL yang ada di setiap kecamatan melalui training, sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimestinya.

Menurutnya, sejauh ini sektor pertanian masih menjadi basis ekonomi masyarakat Pesisir Selatan. Sebab, daerah ini memiliki lahan pertanian yang cukup luas, dan sebagian besar masyarakatnya berusaha di sektor pertanian.

“Sektor pertanian juga mempunyai peran penting dalam sumbangan ekonomi serta penguatan pangan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan selama ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Sutera, Pesisir Selatan, Aldi Putra, mengatakan meski ada wabah Covid-19, petani di daerahnya tetap turun ke sawah. Virus Covid-19 tidak membuat para petani urung beraktivitas. Para petani menilai, tetap beraktivitas dan bekerja di bawah terik matahari adalah cara yang sehat, ketimbang bermenung di rumah.

Menurutnya, selain bekerja di kebun atau sawah dalam situasi yang panas untuk membuat lebih bugar, kini mau tidak mau petani harus tetap menggarap lahan yang ada. Hal ini mengingat, akan masuknya bulan Ramadan dan setelah itu Lebaran, maka ekonomi perlu untuk ditingkatkan.

“Kalau dipahami betul, terutama untuk petani ini, kenapa harus takut dengan virus Covid-19 itu? Cuaca yang cerah ini bukankah sebuah petunjuk, bahwa selagi ada cuaca cerah, tubuh manusia yang akan merasakan panas, dan tidak bisa bagi virus untuk menyerang. Jadi, syukuri saja, dan kami petani tetap ke menggarap lahan yang ada,” sebutnya.

Aldi menjelaskan, di daerahnya kini tengah memulai bertanam padi, serta menggarap hasil panen kelapa sawit, dan begitu juga untuk perkebunan gambir, juga tengah menjalani masa-masa perawatan, jelang panen selanjutnya.

Diperkirakan, kini padi yang telah ditanam, usai Lebaran nanti akan berlangsung panen raya bagi petani yang ada di Sutera Pesisir Selatan. Padahal jika dihitung waktu, seharusnya usai lebaran itu, petani menikmati panen ke dua di 2020. Tetapi, karena kendala air di awal tahun, membuat musim tanam terpaksa harus diundur.

“Iya, baru sekarang kita bisa turun ke sawah, seharusnya awal tahun sudah mulai, dan dalam bulan ini sudah bisa panen seharusnya, karena waktu panen dari tanam itu hanya 3 bulan. Sekarang kalau sudah masuk momen usai lebaran, kan udah dua kali panen harusnya,” ucapnya.

Lihat juga...