Durian Banyumas Masih Jadi Primadona di Jateng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Durian lokal Banyumas masih menjadi primadona baik di Banyumas dan sekitarnya maupun di Jawa Tengah. Daging durian yang tebal dan teksturnya yang lembut membuat durian Banyumas tetap banyak diburu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, Widarso, mengatakan, baru-baru ini durian lokal Banyumas berhasil meraih juara II dalam festival buah tingkat provinsi. Durian tersebut merupakan hasil petani dari Desa Adisana, Kecamatan Kebasen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, Widarso, Senin (6/4/2020) di Purwokerto. Foto: Hermiana E. Effendi

“Lombanya minggu kedua bulan Maret 2020, sebelum ramai virus corona dan petani kita berhasil meraih juara II,” jelasnya, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut Widarso mengatakan, durian yang menang di festival buah tersebut berasal dari pohon durian yang usianya lebih dari 15 tahun. Dinpertan KP juga melakukan pendampingan dan disarankan untuk menggunakan pupuk kandang dengan frekuensi dua kali dalam satu tahun.

Menurut Widarso, potensi durian di Kabupaten Banyumas sangat bagus. Dari sisi tekstur tanah, wilayah Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen hingga Somagede sangat cocok untuk tanaman durian.

Terdapat perbukitan memanjang di wilayah tersebut. Selain itu juga di daerah Kecamatan Cilongok sampai dengan Kecamatan Pekuncen.

Kawasan yang cocok untuk budidaya durian, lanjutnya, yaitu tanah perbukitan yang mempunyai kemiringan tertentu. Sehingga bisa membuang air, karena pohon durian tidak tahan terhadap genangan air.

Sebaliknya, jika kekurangan air, buah durian juga tidak akan tumbuh dengan sempurna. Sehingga komposisi airnya harus sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Sementara itu, salah satu penjual durian, Heri Kristanto mengatakan, panen durian kemarin hasilnya masih bagus dan jumlahnya juga banyak. Namun, penjualan durian sekarang mengalami penurunan.

Pemilik Kedai Durian Kampung ini menjelaskan, sejak merebak corona, penjualan durian menurun hingga 50 persen. Dalam situasi normal, dalam satu hari Heri bisa menjual sampai 1 kuintal lebih durian bawor dan pada akhir pekan bisa sampai 2 kuintal. Ditambah dengan durian lokal sampai 50 butir per hari

“Sekarang penjualan durian menurun sampai 50 persen, kalau stok di petani masih banyak,” tuturnya.

Untuk mengurangi intensitas pengunjung makan di kedai miliknya, Heri sekarang menjual buah durian yang sudah dikupas. Kecuali untuk pelanggan tertentu yang sudah memesan terlebih dahulu durian utuh, maka akan disediakan.

Lihat juga...