Hadapi COVID-19, Kemenkop dan UKM Terapkan Delapan Program Stimulus

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menerapkan delapan program stimulus untuk membantu koperasi dan UKM yang terdampak wabah Corona atau Covid-19.

“Kami telah menyusun delapan program stimulus terhadap koperasi dan UKM atas dampak wabah Covid-19. Program ini dapat direalisasikan dengan cepat dan tepat,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Rabu (8/4/2020) pagi.

Pertama, stimulus daya beli produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi. Kedua, program belanja di warung tetangga, yang memastikan bahan pokok tersedia dengan harga normal yang bekerjasama dengan sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster pangan.

“Program ini juga bekerjasama dengan digital platform agar proses pemesanan dapat diakses dengan mudah dan pengiriman pesanan yang mengedepankan physical distancing,” ujarnya.

Program ketiga, adalah restrukturisasi dan subsidi suku bunga kredit usaha mikro. Dan keempat, restrukturisasi kredit khusus bagi koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Kelima, mendorong penyediaan masker untuk tenaga medis maupun masker kain untuk masyarakat umum melalui koperasi dan UMKM. Ini untuk mendukung gerakan penggunaan masker di masyarakat.

“Kemenkop dan UKM mengajak koperasi dan UMKM di daerah untuk memproduksi masker hingga mempertemukan dengan offtaker,” imbuh Teten.

Sedangkan keenam, yaitu program Kartu Prakerja. Yakni jelas Teten, di mana sektor mikro yang jumlahnya cukup banyak dan paling rentan terhadap Covid-19 akan tercakup dalam cluster penerima kartu pra kerja untuk pekerja harian.

Ketujuh, yaitu bantuan langsung tunai. Terakhir, relaksasi pajak bagi KUMKM yang mencakup PPH 21, pajak penghasilan impor, PPH 25, serta restitusi pertambahan nilai.

Teten mengharapkan para pejabat fungsional Kemenkop dan UKM dapat mendorong peningkatan pengawasan terhadap koperasi untuk terwujudnya koperasi sesuai dengan perundang-undangan.

Ia juga mengingatkan kepada pejabat fungsional agar dapat membantu monitor, mendampingi sampai dengan memastikan dukungan secara nyata kepada koperasi-koperasi terdampak Covid-19 ini.

“Saya berharap pejabat fungsional Kemenkop dan UKM agar bisa membantu dan berkontribusi dalam penanganan KUMKM terdampak covid-19,” ujarnya.

Sebagai informasi, Menkop dan UKM Teten Masduki telah melantik Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Utama, Suparno dan Pejabat Fungsional Peneliti Ahli Utama, Akhmad Junaidi di lingkungan Kemenkop dan UKM, pada Selasa (7/4/2020).

Pelantikan ini dilakukan di ruang terbuka sesuai dengan protokol kesehatan terkait Covid-19. Yakni sebagai upaya konsolidasi internal dalam mengelola Koperasi dan UMKM khususnya di tengah wabah Covid-19

Lihat juga...