Hadapi Covid-19, Pemprov Jateng Dorong Kesiapan Infrastruktur Kesehatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemprov Jateng terus mendorong kesiapan infrastruktur kesehatan. Termasuk menyulap sejumlah gedung milik pemerintah, menjadi rumah isolasi hingga mendorong percepatan rumah sakit baru.

Kesiapan infrastuktur kesehatan di tingkat provinsi tersebut, juga diikuti oleh bupati dan walikota di Jateng, yang juga menjalankan kebijakan serupa.

“Infrastruktur kesehatan sudah kita siapkan, seandainya grafik Covid-19 terus menerus naik. Jika rumah sakit tidak cukup, rumah sakit baru bisa kita percepat. Masih belum cukup, rusunawa bisa kita pakai. Kita juga bisa pakai asrama haji, hotel, gedung diklat yang memiliki banyak kamar, kita juga bisa pakai stadion. Kalau tidak cukup, kita bisa pakai tenda,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai meninjau rusunawa di Boyolali yang diubah menjadi rumah sakit darurat Covid-19, di Semarang, Jumat (10/4/2020).

Kebijakan penyiapan infrastruktur kesehatan tersebut, sudah dilakukan oleh pemerintah daerah di Jateng. Selain Kabupaten Boyolali yang menyulap rusunawa menjadi rumah sakit darurat, langkah serupa juga terjadi di Surakarta dan Brebes.

Di dua wilayah tersebut, dilakukan percepatan pada pembangunan rumah sakit baru, agar bisa dimanfaatkan untuk penanganan covid-19.

Ganjar menjelaskan untuk menanggulangi penyebaran covid-19, memang diperlukan kerjasama dan sinergi dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Tindakan ini mesti dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk berjaga-jaga,” tandasnya.

Terkait rumah sakit daruat (RSD) covid-19 rusunawa di Boyolali, memiliki kapasitas sebanyak 18 kamar dengan 36 tempat tidur. Saat ini, RSD tersebut baru memanfaatkan satu lantai, dari lima lantai rusunawa dengan kapasitas total 114 kamar.

Untuk sementara, rumah sakit tersebut juga hanya untuk ruang isolasi bagi orang dalam pemantauan (ODP) serta perawatan pasien dalam pengawasan (PDP) kategori ringan. Sementara untuk PDP berat dan positif dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali.

Sejumlah fasilitas lain yang dimiliki yakni mulai dari ruang IGD, radiologi, ruang isolasi sampai ruang rawat inap. Secara keseluruhan RSD tersebut didesain kedap udara, hasil dari renovasi lantai satu rusunawa seluruhnya telah berlapis kaca.

Sampai saat ini RSD yang didukung 123 tenaga medis tersebut, telah merawat delapan pasien, rujukan dari sejumlah puskesmas. ODP dan PDP tersebut tidak hanya dari Boyolali, namun juga dari sejumlah daerah lainnya.

Sementara, Kepala Dinas Dinas Kesehatan Jateng, dr. Yulianto Prabowo, menerangkan berdasarkan data corona.jatengprrov.go.id per Jumat (10/4/2020) pukul 16.00 WIB, jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 144 orang, dari angka tersebut 104 orang masih dirawat, 18 orang sembuh dan 22 orang meninggal dunia.

“Sementara untuk ODP ada 19.862 orang, dengan 540 PDP yang dirawat,” pungkasnya.

Lihat juga...