Ikan Goreng Sambal Pedas Kaya Rempah

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Ikan goreng sambal santan pedas, menjadi salah satu kuliner khas Nusantara yang sarat akan rempah-rempah. Untuk dapat membuatnya, dibutuhkan bahan baku ikan layang atau bisa dengan ikan jenis lain, bumbu dapur lengkap seperti lima siung bawang merah, dua siung bawang putih, terasi, jeruk nipis, cabai rawit, daun batang serta daun jeruk nipis, gula dan garam. Juga santan kental, dan air.

Untuk membuatnya, pertama-tama ikan layang dikukus hingga setengah matang, lalu digoreng (bisa juga di bakar tergantung selera), dan ditiriskan. Kemudian, tumis bawang merah, bawang putih, cabai, dan terasi sampai layu.

Setalah itu, campur sambal yang dihaluskan dengan santan kental yang sudah disiapkan, beri air secukupnya kemudian aduk hingga bumbu merata. Agar rasanya gurih dan harum, tambahkan daun serai dan daun jeruk nipis ke dalam adonan dan aduk hingga benar-benar merata.

Erni Nurhamidah, pembuat masakan atau kuliner ikan goreng sambal santan pedas, -Foto: Sultan Anshori

Setelah dimasak sekitar lima menit, taburkan bumbu santan kental ke ikan yang sudah digoreng. Masakan siap dihidangkan. Agar saat disantap terasa lebih enak, sebaiknya dimakan dengan nasi panas dan es teh.

Erni Nurhamidah, pembuat masakan atau kuliner ikan goreng sambal santan pedas, menjelaskan, sebenarnya banyak kuliner Nusantara yang dapat dibuat selama berada di rumah. Dipilihnya ikan layang sebagai bahan baku utama, karena saat ini hanya ikan tersebut yang dijual di pasar.

“Sebenarnya kami lebih sering menggunakan ikan tongkol kalau hari-hari biasa. Karena tekstur ikan tongkol lebih padat isi, sehingga cocok dengan kuah sambal santan yang kental ini. Namun karena ikan yang dijual di pasar terbatas, ya menggunakan ikan layang ini saja,” ujarnya, Sabtu (11/4/2020).

Anshori, salah seorang penikmat rasa menjelaskan, saat dicoba, memang rasanya khas Nusantara, terdapat rasa pedas, manis dan asam dalam kuliner ini. Menurutnya, kuliner macam ini biasanya hanya ditemukan di restoran khas Jawa dan Sunda.  “Jadi, tak perlu membelinya di restoran,” tegasnya.

Lihat juga...