Imbas COVID-19, Bengkel di Lamsel Kesulitan Peroleh Onderdil

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah pemilik usaha bengkel atau reparasi kendaraan di Lampung Selatan mengalami kesulitan memperoleh onderdil dan suku cadang. Hal tersebut dikarenakan sejumlah distributor berhenti operasi untuk sementara.

Yuston, pemilik usaha bengkel Murni Jaya di Jalan Lintas Pantai Timur, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Selasa (7/4/2020). Foto: Henk Widi

Yuston, pemilik bengkel mobil CV Murni Jaya di Jalan Lintas Pantai Timur, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, sejumlah onderdil sulit diperoleh karena distributor sementara berhenti operasi.

Pada kondisi normal ia membeli sejumlah suku cadang mobil langsung ke distributor sebulan sekali. Namun semenjak wabah Coronavirus Disease (Covid-19) ia memilih memesan secara online.

“Sejak Jakarta menjadi zona merah Covid-19, distributor hanya melayani pembelian sistem online pada sejumlah onderdil atau suku cadang. Saya juga kuatir jika harus membeli langsung untuk aspek kesehatan,” terang Yuston saat dikonfirmasi Cendana News di bengkelnya, Selasa (7/4/2020).

Yuston menyebut meski melakukan pemesanan online, ia menyebut sejumlah suku cadang kerap terbatas. Sesuai tren tahun sebelumnya, jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri permintaan suku cadang dan onderdil meningkat. Kegiatan mudik membuat permintaan perbaikan mobil lebih meningkat meski diprediksi tahun ini menurun, imbas imbauan tidak mudik.

Sesuai data ia menyebut di bengkel Murni Jaya miliknya dalam sehari bisa mencapai 15 mobil, namun saat ini kurang dari 10 mobil. Selain sulit memperoleh sejumlah onderdil ia menyebut minimnya pemasukan berimbas ia harus mengurangi jumlah karyawan. Semula karyawan berjumlah sebanyak 6 orang kini hanya 4 orang.

“Semula dalam sehari omzet dari jasa bisa mencapai Rp2 juta, kini menurun menjadi Rp1 juta,” terangnya.

Selain bengkel mobil, Nando salah satu pemilik bengkel motor di Jalan Lintas Sumatera KM 1 Bakauheni juga mengakui kesulitan suku cadang. Ia menyebut distributor mengirim sejumlah pesanan ban dalam, velk, oli dalam jumlah terbatas.

Yang disiapkan untuk mudik lebaran diakuinya sebagian merupakan stok lama. Sebab sejumlah suku cadang banyak diminta pemilik motor.

“Jelang Ramadan dan Lebaran biasanya pemilik motor akan mengganti sejumlah komponen, namun sebagian stok kosong,” katanya.

Nando yang memesan sejumlah suku cadang motor secara online mengaku permintaan mulai dikurangi. Prediksi berkurangnya masyarakat yang mudik membuat ia memilih menyiapkan stok dalam jumlah terbatas.

Lihat juga...