Kasus DBD di Purbalingga Meningkat, di Banyumas Turun

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, Jumat (10/4/2020) di Purwokerto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Di tengah pandemi Covid-19, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Purbalingga juga mengalami peningkatan, yaitu hingga akhir bulan Maret 2020, tercatat ada 104 kasus dengan korban meninggal 2 orang.

Sebaliknya, di Kabupaten Banyumas puncaknya terjadi pada Februari lalu dan saat ini jumlah kasus mengalami penurunan. Namun, kasus DBD di Banyumas lebih tinggi dibanding Purbalingga, hingga 6 April 2020, tercatat 124 kasus, dengan korban meninggal dunia 2 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Sadiyanto mengatakan, meski mengalami penurunan, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri di rumah masing-masing.

“Sekarang masih turun hujan, sehingga DBD tetap berpotensi untuk muncul, karena itu tetap lakukan PSN. Mengingat sekarang juga tengah pandemi Covid-19, maka lakukan PSN mandiri di rumah masing-masing, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” pesan Sadiyanto, Jumat (10/4/2020).

Lebih lanjut Sadiyanto mengatakan, meskipun saat ini konsentrasi semua pihak terfokus pada penyebaran Covid-19, namun masyarakat tetap harus waspada terhadap DBD. Anjuran untuk stay at home,bisa dimanfaatkan dengan kegiatan bersih-bersih rumah, tempat penampungan air dan sejenisnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono. Menurutnya, pada Maret lalu masih terjadi peningkatan kasus DBD. Dari data, Januari ada 22 kasus DBD, Februari 11 kasus dan pada Maret ada 71 kasus DBD.

“Total sampai dengan akhir bulan Maret ada 104 kasus dan tertinggi pada bulan Maret, sampai 71 kasus DBD. Karena itu, kegiatan PSN harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan,” jelasnya.

Hanung mengakui, jika sebagian besar tenaga medis di Purbalingga sedang fokus dalam penangananCovid-19, namun menurutnya, DBD juga tidak kalah berbahaya dengan Covid-19.

“Dalam situasi seperti sekarang ini, harus dibangun kesadaran di masyarakat untuk melindungi dirinya sendiri dan keluarganya, baik dari penyebaran Covid-19, DBD maupun penyakit lainnya. Langkah awalnya adalah, rumah dan lingkungan sekitar kita harus bersih,” tuturnya.

Lihat juga...