Kejuaraan Dunia Atletik Diundur ke Juli 2022

Atlet lompat jauh Jamaika, Tissanna Hickling, beraksi saat kejuaraan dunia atletik 2019 di Doha, Qatar, 5 Oktober 2019 – Foto Ant

JAKARTA – Kejuaraan dunia atletik yang seharusnya digelar tahun depan di Eugene, Oregon, Amerika Serikat, diundur pelaksanaanya ke 15-24 Juli 2022.

Kebijakan tersebut diambil, untuk mengantisipasi bentrok jadwal dengan Olimpiade Tokyo, yang juga ditunda karena pandemi virus corona. Tanggal awal penyelenggaraan kejuaraan dunia itu adalah 6 hingga 15 Agustus 2021. Sedangkan Olimpiade mundur ke 23 juli hingga 8 Agustus 2021.

World Athletic mengumumkan pada Rabu (8/4/2020), jika pengunduran ajang dua tahunan itu juga untuk menghindari kejuaraan atletik lainnya, seperti Commonwealth Games 2022 yang akan digelar di Birmingham, Inggris pada 27 Juli hingga 7 Agustus. Kemudian agenda kejuaraan Atletik Eropa di Munich pada 15 hingga 21 Agustus. “Jadwal baru itu akan menghindari konflik di antara ajang-ajang besar tersebut, dan dengan perencanaan yang baik akan meyakinkan atlet bisa berkompetisi di tiga kompetisi kelas dunia itu,” demikian pernyataan World Athletics, Rabu (8/4/2020).

Presiden World Athletics, Sebastian Coe menyatakan, jika menggelar tiga turnamen itu secara berturut-turut dalam satu periode musim panas, akan menjadi semacam bonanza atau keuntungan besar bagi para atlet di seluruh dunia. “Mereka akan menikmati enam pekan (kompetisi) atletik kelas pertama,” kata Coe.

“Kami tidak akan memilih untuk menggelar tiga kejuaraan besar secara beruntun, tapi itu akan memberi kami kesempatan yang unik untuk mempromosikan olahraga ini dan para bintangnya di seluruh dunia dalam periode enam pekan,” tandasnya.

Kejuaraan dunia sebelumnya digelar di Doha, Qatar, tahun lalu dan edisi 2023 akan dihelat di Budapest. Sementara itu penyelenggara European Athletics menyatakan, kejuaraan atletik Eropa, yang dijadwalkan pada Agustus tahun ini di Paris, sedang dalam proses evaluasi.

Panitia penyelenggara setempat telah diminta untuk membuat studi kelayakan penyelenggaraan kejuaraan itu, dengan meminta masukan dari badan otoritas nasional, terkait setempat menyusul pandemi virus corona. (Ant)

Lihat juga...