Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Targetkan Punya 4 Anakan Baru

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Memasuki tahun ketiga, sejumlah ternak sapi di Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Dusun Kaliberot Argomulyo Sedayu Bantul diketahui mulai kembali bunting. 

Sejumlah sapi yang menjadi bagian program percontohan/demplot Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo ini bahkan diketahui sudah bunting untuk kali ke dua.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Dusun Kaliberot, Rakimin, mengatakan ada 1 ekor sapi yang dipastikan telah bunting untuk kali kedua. Sementara 3 ekor sapi sedang menjalani proses kawin untuk kedua kalinya.

“Dari sebanyak 14 ekor sapi indukan yang ada, saat ini ada sebanyak 4 ekor sapi telah melahirkan anakan. 4 ekor sapi tengah bunting dan 3 ekor sedang proses kawin untuk kali kedua,” ujarnya Kamis (2/4/2020).

Sebanyak 3 ekor sapi dikatakan bermasalah sehingga sejak awal belum mampu bunting dan melahirkan. Hal itu terjadi akibat kondisi badan fisik sapi indukan yang kurang bagus akibat tidak maksimalnya pemeliharaan masing-masing peternak.

“Hingga saat ini total sudah ada 5 ekor anakan yang dihasilkan Kelompok Ternak Ngudi Rejeki. Kita harapkan tahun ini ada tambahan 4 ekor anakan lagi,” ungkapnya.

Dari hasil anakan sapi tersebut para peternak mengaku mendapatkan pemasukan lumayan. Satu ekor anakan sapi usia 3 bulan laku terjual seharga Rp7-9 juta tergantung ukuran dan jenis kelamin.

“Untuk anakan pertama peternak mendapatkan bagian 80 persen. Sedangkan pihak koperasi mendapatkan 20 persen. Nanti untuk anakan ke dua pembagiannya 70 persen peternak 30 persen koperasi,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui sejak 2017 lalu, Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari membuat demplot ternak sapi di dusun Kaliberot Argomulyo Sedayu Bantul. Demplot ini dibuat dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga desa.

Melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Yayasan Damandiri memberikan bantuan sebanyak 15 ekor sapi kepada para peternak Ngudi Rejeki. Para peternak hanya perlu memelihara ternak sapi tersebut hingga bunting dan melahirkan. Begitu melahirkan, para peternak bisa menjual anakan sapi tersebut dengan sistem bagi hasil dengan pihak koperasi.

Selain menguntungkan para peternak, adanya program demplot ternak sapi ini juga mampu meningkatkan pendapatan warga. Pasalnya warga bisa menjual anakan sapi tanpa perlu mengeluarkan modal untuk membeli sapi indukan.

Lihat juga...