Kerang Hijau Kuah Kuning Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kuliner berbumbu rempah menjadi pilihan asupan makanan untuk menjaga stamina tubuh di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, kerang hijau kuah kuning dengan bumbu berbagai rempah.

Yohana, salah satu warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mengolah kerang hijau menjadi olahan yang menyegarkan saat akhir pekan.

Menurut Yohana, kerang hijau bernama ilmiah Perna viridis tersebut mudah diperoleh. Dibeli dari pedagang seharga Rp10.000 per kilogram, ia bisa mengolahnya dengan berbagai varian. Kerang hijau dengan proses memasak sederhana hanya melalui proses perebusan sudah lezat. Ditemani cocolan cabai merah, saos kerang hijau yang telah direbus siap disajikan sebagai lauk atau camilan.

Sebagai kreasi untuk olahan, Yohana memilih membuat kerang hijau kuah kuning. Kerang hijau dibersihkan dari kotoran yang masih menempel pada cangkang. Sejumlah bahan bumbu disiapkan meliputi kunyit, jahe, bawang putih,bawang merah, sereh, daun jeruk, salam, gula dan garam.

“Proses memasak kerang hijau cukup mudah, namun sebagai pilihan sajian kuah kuning yang saya buat karena mengandung bumbu rempah yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh selama perubahan cuaca,” terang Yohana, saat ditemui Cendana News, Sabtu (18/4/2020).

Yohana memasak kerang hijau kuah kuning dengan bumbu rempah sebagai penghangat badan meningkatkan daya tahan tubuh selama musim penghujan, Sabtu (18/4/2020). -Foto: Henk Widi

Kuliner kerang hijau kuah kuning, sebutnya berasal dari warna kunyit. Kunyit atau curcuma yang diyakini memiliki khasiat peningkat imun tubuh tepat menjadi bumbu pelengkap bersama rempah lainnya. Sebab, selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), upaya meningkatkan imunitas tubuh dianjurkan. Selain menyehatkan, kerang hijau berdaging empuk tersebut cukup lezat.

Kerang hijau yang akan diolah dibersihkan lalu direndam pada air hangat untuk mengendapkan kotoran. Sembari menunggu proses mengendapkan kerang hijau, sejumlah bumbu dapur disiapkan dengan proses penghalusan. Semua bumbu yang dihaluskan selanjutnya ditumis dan ditambahkan dengan sereh, daun salam, daun jeruk dan garam.

“Setelah bumbu ditumis semua kerang yang telah dibersihkan akan dimasukkan pada tumisan tunggi hingga matang ditandai cangkang yang terbuka,” cetus Yohana.

Kerang hijau yang telah matang siap disajikan dalam kondisi hangat. Menikmati kerang hijau dengan nasi hangat, menjadi pilihan. Sebab, kuah kuning dengan berbagai bumbu rempah memiliki rasa yang unik seperti kuah semur ayam.

Namun, Yohana mengaku memilih hanya menikmati kerang hijau kuah kuning tanpa nasi. Sebab, kelezatan daging kerang hijau lebih terasa dengan cocolan sambal.

Penyajian kerang hijau kuah kuning tepat disajikan saat suhu udara dingin, terutama musim hujan. Yohana memilih mengolah kerang hijau yang dibeli dibanding membelinya dalam kondisi matang. Sebab, jenis makanan boga bahari (seafood) berbahan kerang hijau cukup mahal di restoran. Seporsi kerang hijau dengan varian olahan bumbu bisa dibeli seharga Rp40.000.

“Saat membeli kerang hijau yang saat ini harganya sedang murah, saya bisa mengolahnya untuk mendapat stamina tubuh,” cetusnya.

Kerang hijau yang telah dibeli memiliki ukuran lumayan besar. Sebagian kerang hijau diperoleh dari pembudidaya di pesisir Timur Lampung Selatan. Kerang hijau yang bisa dipanen saat usia lima hingga enam bulan bisa diperolehnya di pasar tradisional. Memasak sendiri menjadi cara berhemat selama masa kerja di rumah dari kantornya.

Suharti, pedagang kerang hijau mengaku penjualannya meningkat selama pandemi Covid-19. Masyarakat yang dominan berada di rumah, bekerja dari rumah memilih membeli bahan olahan kuliner boga bahari. Kerang hijau yang dibeli dari pembudidaya seharga Rp7.000 dijual Rp10.000 per kilogram. Harga yang murah membuat minat meningkat dengan stok per hari hingga 100 kilogram.

Selain kerang hijau, ia juga menjual rajungan, kepiting, udang vaname yang menjadi pilihan untuk olahan kuliner. Berbagai bahan masakan hasil laut, menurutnya menjadi favorit. Sebab pada masa warga bekerja dari rumah, sebagian ibu rumah tangga memilih menghidangkan menu istimewa, salah satunya olahan hasil laut.

Lihat juga...