Khawatir Tertular Corona, Dua Peternak DCML Argomulyo Mengundurkan Diri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Wabah virus Corona yang melanda Indonesia sejak beberapa waktu terakhir ternyata ikut memberikan dampak secara nyata pada sektor peternakan.

Selain membuat harga ternak seperti sapi, domba maupun kambing turun drastis, pandemi Covid-19 juga membuat para peternak kesulitan mengurus ternak mereka.

Tak terkecuali di kelompok ternak Ngudi Rejeki Dusun Kaliberot, Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Anjuran untuk tetap tinggal di rumah sebagai upaya menghindari penularan virus Corona, membuat sejumlah peternak di desa binaan Yayasan Damandiri ini tak bisa mencari rumput untuk pakan ternak mereka.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Dusun Kaliberot, Rakimin, bahkan menyebut ada dua orang anggota yang telah memilih mengundurkan diri dan mengembalikan ternak mereka kepada kelompok.

Hal itu disebabkan karena keduanya mengaku tak sanggup mengurus dan memberi makan ternak tersebut setelah khawatir tertular virus Corona.

“Ya ada dua anggota yang mengundurkan diri dan mengembalikan ternaknya ke kelompok. Karena mereka takut mencari rumput sejak adanya virus Corona ini. Sehingga sekarang sapi kedua anggota ini diurus oleh kelompok,” ujarnya kepada Cendana News, Senin (6/4/2020).

Rakimin mengaku, memahami keputusan kedua anggota Kelompok Ternak Ngudi Rejeki tersebut mengingat situasi dan kondisi yang ada saat ini.

Ia menilai hal semacam itu sangat tergantung pada masing-masing peternak. Pasalnya masih banyak peternak yang tetap keluar rumah untuk mengurus ternak dan mencari rumput.

“Memang tergantung masing-masing orangnya. Karena jika kita bisa menjaga jarak dan melindungi diri dengan memakai masker, dan sebagainya, saya kira akan bisa meminimalisir penularan. Apalagi mencari rumput untuk ternak dilakukan sendiri-sendiri, tidak berkelompok. Jadi risiko penularannya juga minim,” ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Rakimin mengaku akan segera mencari pengganti dua anggota yang mengundurkan diri dan mengembalikan ternak sapi bantuan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo itu.

Pasalnya masih banyak warga di Dusun Kaliberot yang berminat untuk ikut menjadi anggota kelompok ternak dan bekerjasama dengan pihak koperasi.

“Akan kita cari penggantinya. Sebenarnya saat ini sudah ada calonnya. Nanti seperti anggota sebelumnya, mereka hanya perlu mengurus ternak masing-masing. Begitu beranak bisa dijual. Hasilnya saat anakan pertama 80 persen untuk peternak dan 20 persen untuk koperasi. Dan saat anakan kedua dan seterusnya, 70 persen peternak dan 30 persen koperasi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, sejak tahun 2017 lalu berupaya meningkatkan kesejahteraan warga, salah satunya dengan mendirikan usaha demplot ternak sapi di Dusun Kaliberot.

Pihak koperasi memberikan modal sebanyak 15 ekor sapi pada kelompok ternak Ngudi Rejeki untuk dibudidayakan dengan sistem bagi hasil.

Sejauh ini, usaha ternak ini cukup berhasil. Dimana dari sebanyak 15 ekor ternak, sebanyak 11 ekor indukan sapi telah berhasil bunting dan melahirkan anakan.

Bahkan ada sejumlah ternak sapi yang mulai proses kawin dan bunting untuk kedua kalinya. Adanya usaha ternak yang menjadi bagian program Desa Cerdas Mandiri Lestari ini pun sangat menguntungkan peternak. Karena mereka bisa mendapatkan hasil tanpa perlu mengeluarkan modal untuk membeli ternak.

Lihat juga...