KKP Lumpuhkan Dua Kapal Berbendera Vietnam di Laut Natuna

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan kembali melumpuhkan dua kapal asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Provinsi Kepri.

Meski di tengah pandemi Covid-19, KKP berhasil menggagalkan kegiatan pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711-Laut Natuna Utara.

”Petugas Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP-KKP berhasil menangkap dua kapal ikan asing pelaku illegal fishing di laut Natuna Utara pada hari Jumat, 3 April 2020,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Sabtu (4/4/2020).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, saat dijumpai awak media, beberapa waktu lalu – Foto: Dok CDN

Bahwa 2 KIA dengan nama KG 93811 TS dan KG 93012 TS ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Orca 03 yang dinakhodai oleh Capt. Mohammad Ma’ruf pada posisi koordinat 03° 51,172’ Lintang Utara – 104° 44,515’ Bujur Timur. Bersama dua kapal ikan asing illegal yang mengoperasikan alat penangkapan ikan trawl tersebut turut diamankan 22 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam.

”Saat ini kedua kapal tersebut sedang dalam proses dikawal menuju Satwas SDKP Natuna untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Edhy.

Edhy menegaskan bahwa penangkapan tersebut bentuk pesan tegas bagi para pelaku illegal fishing di perairan Indonesia. Dia memastikan, jajaran Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP akan tetap melaksanakan upaya menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan dari ancaman para pelaku illegal fishing.

“Ini tentu bukti bahwa kami tidak lengah di tengah kondisi kita yang masih menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dengan tetap menjalankan protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19, Pengawas Perikanan kami akan tetap bekerja untuk menjaga perairan kita dari para pencuri ikan agar para nelayan kita dapat melakukan kegiatan penangkapan di laut dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Total sudah 19 KIA yang telah ditangkap terdiri dari 10 kapal berbedera Vietnam, 4 kapal berbendera Filipina dan 5 kapal berbendera Malaysia, sejak Edhy Prabowo menjabat Menteri KKP.

Dalam kesempatan itu dia juga menegaskan bahwa nelayan Indonesia masih tetap perlu melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa sulit ini. KKP hadir untuk melindungi masyarakat kelautan dan perikanan.

“Kami tekankan bahwa dalam kondisi apapun kami tetap komit mengawal dan melindungi nelayan Indonesia, termasuk memberantas kapal asing pelaku illegal fishing,” pungkas Edhy.

Terpisah Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu menyampaikan bahwa Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP tetap beroperasi di lokasi-lokasi yang dianggap rawan illegal fishing termasuk di Laut Natuna Utara ini.

”Kapal Pengawas Perikanan kami tetap melakukan patroli di Laut Natuna Utara. Selain untuk menjaga kapal-kapal nelayan Indonesia yang beroperasi di Laut Natuna Utara, juga melakukan patroli agar tidak ada pelaku illegal fishing yang masuk ke perairan kita,” jelas Tb.

Meskipun demikian, Tb tidak menampik bahwa modus operandi yang saat ini perlu diwaspadai oleh Pengawas Perikanan di lapangan adalah para pelaku illegal fishing berupaya memanfaatkan kelengahan Indonesia di tengah upaya untuk memerangi penyebaran Covid-19.

Selama masa penanganan Covid-19, sudah enam kapal ikan asing ilegal yang ditangkap oleh Ditjen PSDKP-KKP.

Terkait dengan penanganan dua kapal perikanan yang saat ini dalam proses pengawalan ke Satuan Pengawasan SDKP Natuna, bahwa penanganan terhadap awak kapal akan mengikuti protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

Lihat juga...