KM. Lambelu Berlabuh di Laut, Tim Periksa Penumpang Kapal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Kapal Pelni KM. Lambelu yang mengangkut 233 penumpang dari beberapa pelabuhan di pulau Kalimantan dan Sulawesi telah tiba di laut Teluk Maumere, depan pelabuhan Laurens Say, sejauh sekitar 2 mil, Senin (6/4/2020) sekitar pukul 21.00 WITA.

Petrus Herlemus, Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di pelabuhan Laurens Say Maumere, Selasa (7/4/2020).Foto : Ebed de Rosary

Kapal tidak diperbolehkan bersandar terlebih dahulu di pelabuhan Laurens Say Maumere hingga pagi hari, sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim kesehatan terhadap penumpang sebanyak 233 penumpang dan 95 Anak Buah Kapal (ABK).

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang dan ABK di atas kapal. Kalau semuanya sudah aman baru boleh bersandar kapalnya,” kata kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Selasa (7/4/2020).

Sekretaris gugus tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 ini mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan terlebih dahulu terhadap ABK secara klinis, dan bila mencurigakan, maka petugas akan turun dari kapal. Pemeriksaan menggunakan alat Rapid Test yang ada di RS TC Hillers Maumere.

Para penumpang kapal, kata Petrus, setelah dilakukan pemeriksaan akan diangkut menggunakan 5 mobil untuk menuju tempat karantina di gedung Sikka Convention Center (SCC) untuk dilakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Bila pemeriksaan terhadap ABK tidak menunjukan gejala terpapar Covid-19 maka pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap para penumpang. Penumpang jumlahnya 239 orang ditambah 25 penumpang asal Flotim,” jelasnya.

Sementara itu, ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Flores Timur, Ende dan Nagekeo.

Koordinasi dilakukan, kata Sirilus, agar para penumpang kapal KM. Lambelu asal ketiga kabupaten ini akan langsung dijemput oleh petugas dari ketiga kabupaten ini untuk dibawa ke daerahnya masing-masing.

“Kami belum tahu berapa jumlah pasti penumpang asal 3 kabupaten ini. Saya sudah koordinasikan dengan sekretaris daerahnya masing-masing agar bisa menjemput warganya,” tuturnya.

Sirilus menambahkan, ketiga pemerintah kabupaten di daratan Flores ini masing-masing akan mengirimkan dua unit bis untuk menjemput, sementara penumpang asal Sikka akan dilakukan karantina di gedung SCC selama 14 hari.

Disaksikan Cendana News masyarakat sejak pukul 08.00 WITA mulai berkumpul di depan pelabuhan Laurens Say Maumere sehingga membuat petugas kepolisian berulangkali mengimbau dan meminta masyarakat membubarkan diri dan jangan berdiri bergerombol.

Sejak pukul 07.00 WITA petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Laurens Say Maumere bersama tim kesehatan dari dinas Kesehatan kabupaten Sikka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) telah bersiap di pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah mendapatkan briefing tim pun diangkut ke kapal Pelni KM. Lambelu menggunakan speed boat milik TNI AL Lanal Maumere menuju ke kapal yang berlabuh di sebelah barat pelabuhan Laurens Say Maumere.

Tampak bersiaga di kapal SAR Maumere yang bersandar di pelabuhan bupati Sikka, Danlanal Maumere, Dandim 1603 Sikka, Kapolres Sikka serta segenap anggota TNI AL, Kodim 1603 Sikka, Polres Sikka, Brimob Maumere, petugas kesehatan, BPBD Sikka, Tagana Sikka dan Satpol PP.

Lihat juga...