Lapas dan Rutan di Jatim Diminta Menyediakan Ruang Isolasi Mandiri

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono, bersama jajaran saat kegiatan penyaluran bantuan alat pelindung diri (APD) di Lapas Kelas I Madiun, Rabu (8/4/2020) – Foto Ant

MADIUN – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jawa Timur meminta, seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayahnya memiliki sel isolasi.

Sarana tersebut untuk penanganan pasien dicurigai COVID-19, agar potensi penularannya dapat diantisipasi. “Di wilayah Jatim ini ada 39 lapas dan rutan. Semuanya diminta harus punya ruang isolasi sendiri,” ujar Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono, saat kegiatan penyaluran bantuan Alat Pelindung Diri (APD) di Lapas Kelas I Madiun, Rabu (8/4/2020).

Ruang isolasi tersebut dibutuhkan untuk membantu mencegah penularan virus atau penyakit. Tidak hanya corona, namun juga penyakit lainnya. Sehingga, ketika ada warga binaan yang mengalami gejala, dapat segera dipisahkan dan dimasukkan ke ruang isolasi. “Jadi, tidak menular ke warga binaan lainnya,” tandasnya.

Pihak Kanwil Kemenkumham Jatim sebelumnya telah mengajukan tujuh lapas sebagai rujukan penanganan COVID-19 bagi warga binaan. Namun, hanya satu yang disetujui. Yakni, Lapas Kelas I Surabaya.

Krismono menyebut, hingga saat ini belum ditemukan adanya penghuni lapas atau rutan yang positif terserang COVID-19. Meski begitu, langkah antisipasi tetap harus dilakukan. Sebelumnya, Kemenkumham telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Salah satunya, membebaskan sejumlah narapidana dengan asimilasi. “Total mencapai 3.599 narapidana di Jatim sudah dibebaskan. Mereka hampir semuanya merupakan narapidana tindak pidana umum,” pungkas Krismono. (Ant)

Lihat juga...