Libur Sekolah di Sikka Diperpanjang, Murid Bingung Belajar

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kembali memperpanjang mas libur sekolah setelah sebelumnya diliburkan selama 14 hari sejak 21 Maret hingga 4 April 2020.

Perpanjangan libur sekolah tahap kedua berlangsung sejak tanggal 4 April sampai 21 April 2020 untuk  jenjang  pendidikan SD hingga SMP atau sederajat  baik sekolah swasta maupun negeri.

“Iya benar, liburan sekolah kembali diperpanjang hingga tangga, 21 April 2020 nanti sambil melihat situasi dan imbauan dari pemerintah,” kata Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha, Kamis (9/4/2020).

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha saat ditemui, Kamis (9/4/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Yell sapaannya mengatakan, dirinya sudah memperpanjang imbauan belajar di rumah bagi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan sehingga pihak sekolah bisa menyesuaikan proses pembelajarannya.

Dirinya juga sudah meminta agar para guru mempersiapkan bahan ajar dan tetap melaksanakan pembelajaran selama para siswa dirumahkan dengan menggunakan metode online, ofline, dan metode penugasan secara manual.

“Untuk belajar secara online, para guru mempersiapkan kelas maya menggunakan akses Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan secara offline dengan mengunduh materi-materi ajar dari internet dan dibagikan ke peserta didik,” jelasnya.

Guru, kata Yell, juga diminta untuk memberikan tugas belajar kepada para siswa secara manual, sehingga meskipun di rumah anak-anak murid tetap bisa belajar. Jangan sampai waktu libur dimanfaatkan untuk bermain.

Sementara itu, Maria Parera warga kota Maumere sekaligus orang tua murid siswi SD Inpres Nangameting mengatakan, selama dirumahkan anak-anak didik tidak diberikan pekerjaan rumah atau tugas-tugas agar mereka bisa belajar.

Maria bertanya apakah ada sekolah dasar di Kabupaten Sikka yang belajar secara online sebab dirinya meragukan hal ini karena secara offline saja tidak berjalan apalagi secara online.

“Anak saya hanya di rumah saja dan tidak belajar karena dari pihak sekolah tidak memberikan tugas atau pekerjaan rumah untuk dikerjakan di rumah. Harusnya guru memberikan agar anak didik juga ada tanggung jawab belajar di rumah,” tegasnya.

Maria menyesalkan lemahnya kontrol dari Dinas PKO Sikka karena pihak sekolah seolah-olah lepas tanggung jawab dan membiarkan anak didik diajari oleh orang tua tanpa ada panduan yang jelas.

Bila ada panduan apa yang harus dipelajari maka sebagai orang tua, kata dia, pihaknya akan memaksa anak untuk belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumah atau tugas yang diberikan.

“Anak saya juga bingung mau belajar yang mana sebab tidak ada panduan dari sekolah. Sekarang ini kan harusnya lebih mudah karena perkembangan internet sehingga anak-anak bisa belajar di rumah saja asal ada panduan,” tuturnya.

Lihat juga...