Liverpool Batal Gunakan Jaminan Pemerintah untuk Menggaji Karyawan

Suasana di Anfield, Liverpool, Inggris, Liverpool, Inggris, Jumat (13/3/2020), setelah Liga Premier ditunda akibat semakin meningkatnya virus korona (COVID-19) – Foto Ant

JAKARTA – Liverpool mengajukan permintaan maaf, dan batal menggunakan jaminan pemerintah Inggris, untuk membayar karyawan mereka.

Para karyawan tersebut saat ini dirumahkan, selama pandemi virus corona. Upaya untuk memanfaatkan jaminan pemerintah tersebut mendapat hujan kritik dari suporter pendukung The Reds sendiri. Permintaan maaf itu disampaikan oleh CEO Liverpool, Peter Moore, yang mengakui pihaknya salah mengambil keputusan.

Disebutkan, ada tiga opsi yang tersedia, mengenai pembayaran para karyawan yang dirumahkan. “Kami sadar telah mengambil keputusan keliru, pekan lalu mengumumkan berencana mengajukan Skema Retensi Virus Corona pemerintah dan merumahkan karyawan selama masa penangguhan Liga Premier, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas itu,” kata Moore, dalam surat yang disiarkan laman resmi Liverpool, Selasa (7/4/2020) dini hari WIB.

Moore menegaskan, Liverpool masih berkomitmen untuk tetap memastikan para karyawan tidak terbelit dalam kesulitan ekonomi karena pandemi virus corona. “Oleh karena itu, kami akan mencari jalan alternatif, untuk tetap beroperasi kendati tidak ada pertandingan dan memastikan tidak akan mengajukan jaminan dari pemerintah,” tulis Moore.

Liverpool sebelumnya berencana merumahkan para karyawannya karena dampak pandemi virus corona, yang membuat Liga Premier tertangguhkan. Selama dirumahkan, rencananya para karyawan tetap mendapat bayaran, yang diperoleh dari jaminan pemerintah Inggris. Tetapi, langkah itu disambut hujan kritik dari para suporter yang menilai klub tidak layak mengajukan hal serupa mengingat pendapatan mereka yang besar. (Ant)

Lihat juga...