Mahasiswa UPGRIS Olah Kulit Kacang Tanah Jadi ‘Hand Sanitizer’

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Siapa sangka kulit kacang tanah, yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah, mampu diolah menjadi sabun cuci tangan hingga hand sanitizer. Hal tesebut berhasil dibuktikan oleh tim mahasiswa Pendidikan  Biologi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

“Kita namakan sebagai Santik Kana atau sabun antiseptik kulit kacang tanah. Awalnya produk hasil penelitian ini kita kembangkan sebagai sabun cuci tangan, kemudian seiring waktu dengan adanya pandemi corona, kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berupa hand sanitizer,” papar perwakilan tim mahasiswa, Birizki Arfianto di kampus I Sidodadi Semarang, Senin (6/4/2020).

Dipaparkan, ide pembuatan hand sanitizer dari kulit kacang tersebut, berawal dari permasalahan di masyarakat, yang kesulitan mendapatkan hand sanitizer. Di satu sisi, juga banyak limbah kulit kacang tanah yang tidak dimanfaatkan.

“Dari penelitian yang kita lakukan, 70 persen kandungan kulit kacang tanah merupakan flavonoid, yang bersifat anti bakteri. Ekstrak dari kulit kacang tanah ini, kemudian kita campur dengan alkohol, ekstrak sereh dan jeruk nipis sebagai pewangi, aloevera sebagai pelembab dan pelembut, H202 atau hidrogen peroksida, dan aquades,” lanjutnya.

Berdasarkan uji produk, hand sanitizer kulit kacang tanah tersebut memiliki aktivitas membunuh bakteri e-coli dan saureus, serta mampu membunuh kuman penyebab penyakit. “Kita juga sudah mendapat izin dari Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jateng. Produksi kita bisa mencapai 200 liter per minggu,” tandas Birizki.

Rektor UPGRIS Dr Muhdi berharap, produk Santik Kana dapat dimanfaatkan masyarakat dalam upaya mencegah civid-19, melalui gerakan cuci tangan menggunaan sabun atau hand sanitizer, saat ditemui di kampus I Sidodadi Semarang, Senin (6/4/2020). -Foto Arixc Ardana

Produk sabun dan hand sanitizer Santik Kana tersebut, juga menjadi salah satu tenant binaan Inkubator Bisnis UPGRIS, serta sedang mengikuti kegiatan pendanaan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) dari Kemenristekdikti tahun 2020, dengan anggaran Rp500 juta.

“Kita berharap produk Santik Kana ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan sabun cuci tangan atau hand sanitizer, dalam upaya pencegahan penularan Covid 19, atau penyakit lainnya, melalui gerakan rajin cuci tangan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan, Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum. Pihaknya berharap hand sanitizer Santik Kana tersebut, dapat dimanfaatkan masyarakat dalam upaya mencegah Covid-19, melalui gerakan cuci tangan menggunaan sabun atau hand sanitizer.

“Saya juga menyampaikan rasa bangga, dengan produk atau temuan mahasiswa yang peduli terhadap keresahan masyarakat terkait wabah virus corona. Mudah-mudahan sabun dan hand sanitizer Santik Kana ini bisa menjadi jawaban, atas kebutuhan masyarakat selama ini. Meski ini produk dari mahasiswa, namn masyarakat juga tidak perlu ragu dari segi kualitasnya karena sudah dilakukan pengujian di Balai Laboratorium Kesehatandan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jateng,” pungkasnya.

Lihat juga...