Masker Kain Jadi Pilihan Warga Lamsel Cegah Corona

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sulitnya memperoleh masker yang dijual pada sejumlah apotek tidak membuat masyarakat di Lampung Selatan kehabisan cara untuk melindungi diri dari pandemi virus corona. Salah satunya dengan membuat sendiri menggunakan bahan-bahan yang direkomendasikan berbagai pihak.

Linawati, salah satu relawan menyebutkan, sebagai alternatif penggunaan ia membuat masker dari kain katun dan tessa. Saat ini ia telah mendistribusikan 1.000 lembar masker kain untuk diberikan kepada warga.

Tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, Linawati menyebut masker kain bisa jadi alternatif. Meski demikian agar efektif masker dibuat tiga lapis dan harus rutin dicuci dengan sabun.

Masker kain menurutnya lebih murah, mudah diperoleh dari harga mulai Rp8.000. Sementara masker bedah dan masker N95 mulai sulit dicari dengan harga cukup mahal mencapai Rp25.000 per lembar.

“Bersama sejumlah relawan kami mendapatkan donasi dari Hong Kong lalu kami gunakan untuk pembuatan masker kain dan didistribusikan ke warga di pedesaan,” terang Linawati saat ditemui Cendana News, Jumat (10/4/2020)

Selain masker kain ia juga menyalurkan donasi dari relawan berupa cairan handsanitizer. Cairan tersebut dibagikan kepada warga di pedesaan yang mulai kesulitan memperolehnya di sejumlah toko waralaba.

Sementara itu, Marjunet Danoe, Kepala Kantor Kesehatan Kelas II Panjang menyebutkan, petugas medis di kantor pelayanan Pelabuhan Bakauheni dibekali peralatan lengkap. Pada saat proses penyemprotan disinfektan seluruh personel memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Sudah semenjak satu bulan lalu seluruh petugas medis yang bertugas dilengkapi APD dalam upaya pencegahan Covid-19,” cetusnya.

Sebagai petugas medis yang berada di garda terdepan pulau Sumatera, pihaknya melakukan pemeriksaan penumpang. Selain menggunakan thermal gun untuk pendeteksi tubuh ,setiap anggota yang bertugas juga mengimbau penumpang agar selalu mengenakan masker.

Penggunaan masker kain disebutnya menjadi cara mengurangi potensi penularan antar orang. Terlebih di pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang kedatangan warga asal zona merah Covid-19 di antaranya Jakarta.

Lihat juga...