Mataram Mulai Dirikan Posko Pemeriksaan Covid-19

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat mulai mengoperasikan posko pemeriksaan di tujuh pintu masuk kota, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Setiap titik kami menempatkan minimal 12 orang petugas yang berasal dari berbagai unsur, untuk mendukung kegiatan skrining di pintu-pintu masuk Kota Mataram,” kata Kepala Bidang Keselamatan dan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, di Mataram, Jumat (3/4/2020).

Tim petugas di posko pemeriksaan pintu masuk, menurut dia terdiri atas empat petugas Dinas Perhubungan, masing-masing dua petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Kesehatan, serta masing-masing satu personel TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Menurut Zulkarwin, tim petugas itu siaga di pintu masuk Kota Mataram di Gerimak, GOR Turide, Dasan Cermen, Tembolak, perempatan Rembige, Bintaro, dan Selagalas mulai pukul 07.00 sampai 22.00 Wita.

“Perlu diketahui, petugas di tujuh titik pintu masuk melaksanakan tugasnya secara terus-menerus, bukan per satu jam seperti kabar beredar. Kendaraan dan orang yang diperiksa adalah yang akan masuk Kota Mataram, jadi yang melintas ke timur atau luar dialihkan ke simpang tiga pos penjagaan,” katanya.

Pemerintah Kota, menurut dia akan melakukan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan pemeriksaan di pintu masuk wilayah.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, ia mengatakan pengaturan dibutuhkan untuk mencegah antrean panjang kendaraan di pintu masuk, mengingat hanya ada dua unit alat pendeteksi suhu tubuh di setiap posko.

“Karena itu, pintu masuk dengan antrean panjang seperti di Gerimak, kita coba dengan mengarahkan pengendara ke jembatan timbang, dan menyarankan pengendara agar tetap menjaga jarak,” kata Zulkarwin.

Selain itu, pemerintah kota akan mengupayakan penambahan alat pendeteksi suhu tubuh di posko pintu masuk. “Informasinya Dishub akan membeli 10 unit thermometer gun, sedangkan Dinkes segera menyiapkan 100 unit,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa penyediaan satu unit alat penyemprot disinfektan di setiap posko sampai saat ini masih mencukupi. (Ant)

Lihat juga...