Menunggu ‘Bola’, Kiat Sukses Kelompok Anggur Kelola Pinjaman ‘Modal Kita’

Editor: Koko Triarko

Ketua kelompok Anggur, Abdul Mujib, saat ditemui Cendana News di kediamannya, Jumat (3/4/2028). -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Hingga saat ini, Kelompok Anggur RW 05, kelurahan Kedungkandang, Malang, menjadi salah satu kelompok ‘Modal Kita’ yang terbilang disiplin dalam pelunasan angsuran pinjaman. Tidak ada anggotanya yang bermasalah dalam pembayaran cicilan angsuran. 

Hal tersebut tidak lepas dari peran ketua kelompok Anggur, Abdul Mujib, yang tidak menerapkan sistem jemput bola, tapi menunggu bola dalam mendapatkan nasabah atau anggota kelompok.

“Selama ini saya memang tidak bergerilya untuk mencari anggota. Istilahnya saya tidak menjemput bola, tapi menunggu bola. Jadi, kalau ada orang yang datang ke sini dan mengajukan pinjaman, berarti memang mereka benar-benar butuh pinjaman tersebut,” jelas Mujib, saat ditemui Cendana News di kediamannya, Jumat (3/4/2020).

Mujib juga selalu menekankan aturan peminjaman sejak awal sesuai yang ditetapkan Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri. Setelah itu, jika mereka setuju dengan prosedur atau aturan peminjamam yang ditetapkan, silakan mengajukan pinjaman. Tapi kalau sekiranya mereka keberatan, lebih baik jangan mengajukan pinjaman.

“Bagi saya yang penting penekanan aturannya di awal, harus dijelaskan sejelas-jelasnya. Karena kalau tidak, nanti justru menyusahkan saya dan juga mereka yang mengajukan pinjaman. Saya lebih baik susah di awal mendapatkan anggota, daripada susah di belakang karena anggota kesulitan membayar angsuran,” katanya.

Menurut Mujib, dengan cara tersebut tidak ada anggota kelompok yang angsurannya sampai macet. Hanya ada beberapa orang yang pembayarannya molor beberapa hari.

“Kalau yang molor beberapa hari pembayarannya ada, tapi cuma satu dua anggota, itu pun mereka memiliki itikad baik dengan meminta izin dulu kepada saya, kalau mereka telat membayar angsurannya,” ungkapnya.

Tercatat, saat ini total anggota kelompok Anggur sebanyak 100 orang. Dari jumlah tersebut, hampir semua anggotanya pernah mengajukan pinjaman. Bahkan, ada beberapa anggota yang sudah mendapatkan pinjaman ke dua dengan besaran lima juta rupiah.

Lebih lanjut disampaikan Mujib, pinjaman yang dihadirkan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui KUD Suluh Sejahtera Mandiri, sangat membantu masyarakat sekitar, utamanya yang membutuhkan modal untuk memulai usaha maupun yang ingin mengembangkan usahanya.

“Warga bisa mengajukan pinjaman tanpa agunan atau tanpa jaminan, sehingga masyarakat senang. Sebab itu, saya juga ikut bangga karena bisa ikut menyenangkan orang lain,” pungkasnya.

Lihat juga...