Minyak Tanah di Sikka Sulit Diperoleh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sejak sebulan belakangan minyak tanah yang menjadi kebutuhan rumah tangga di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin sulit diperoleh, karena di banyak pengecer stoknya sering kosong.

Kelangkaan minyak tanah di saat merebaknya wabah Corona membuat masyarakat di kota Maumere yang hendak membeli minyak tanah harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru bisa dilayani.

“Sudah sebulan ini sulit sekali membeli minyak tanah di pengecer. Kadang kita harus mencari hingga ke pasar Alok dan beberapa pengecer di areal pertokoan yang stoknya kadang selalu ada,” kata Maria Parera, warga kota Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (11/4/2020).

Maria menyebutkan, minyak tanah di pengecer kecil sering kehabisan dan membeli pun dibatasi hanya 5 liter saja dengan harga Rp.5 ribu per liter.

Dia mengaku heran dengan langkanya minyak tanah dan berharap agar pemerintah segera mengambil langkah untuk menelusuri apakah kelangkaan ini karena stok dari Pertamina terbatas ataukah ada dugaan penimbunan.

“Jangan sampai terjadi ada oknum yang diduga melakukan penimbunan sehingga membuat harga minyak tanah naik. Pemerintah harus melakukan penelusuran dan mengambil tindakan tegas bila ada oknum yang menimbunnya,” harapnya.

Sementara itu. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, saat ditanyai mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka sedang membentuk tim untuk melakukan penelusuran.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, NTT, Yosef Benyamin saat ditanyai, Sabtu (11/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Menurut Yosef, seharusnya pengiriman dari Pertamina tidak dikurangi namun pihaknya akan melakukan pengecekan karena di dalam tim juga ada petugas kepolisian sehingga bisa diambil tindakan bila ditemukan penyelewengan.

“Sebenarnya ini kewenangan di Bagian Ekonomi Setda Sikka. Saat ini sedang dilakukan pembentukan tim untuk melakukan penelusuran terkait dengan kelangkaan minyak tanah di pasaran,” tuturnya.

Terkait penggunaan KTP dalam membeli minyak tanah, Yosef menjelaskan, Bagian Ekonomi Setda Sikka telah membuat kebijakan agar saat membeli minyak tanah harus menunjukkan KTP karena dikhawatirkan ada masyarakat dari luar Kabupaten Sikka yang membeli dan menimbun.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM sebutnya, juga sudah melakukan koordinasi dengan Kabag Ekonomi Setda Sikka untuk melakukan pemantauan sebab pasti suplai dari Pertamina tetap stabil.

“Kita akan melakukan penelusuran sebab menurut saya tidak mungkin suplai dari Pertamina menurun. Tapi nanti akan dicek dulu oleh tim agar bisa diketahui pastinya,” ujarnya.

Lihat juga...