PAK HARTO BEBERKAN PENTINGNYA BIDANG PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN

Pak Harto Beberkan Pentingnya Bidang Pertanian dalam Pembangunan

Presiden kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto di dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan, suksesnya dan berhasilnya pembangunan tidak semata-mata terletak pada penyelenggara negara, namun juga berada dari pada partisipasi masyarakat.

“Partisipasi pada semua kegiatan, walaupun kecil, apalagi didukung kemampuan-kemampuan yang besar, bisa menjamin suksesnya pembangunan,” terang Presiden Soeharto dalam Temu Wicara dengan Sesko ABRI di Tapos, 24 Desember 1995.

Pak Harto menyebutkan, semua pihak menyadari, cita-cita pembangunan ialah tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Makmur dalam keadilan, keadilan dalam kemakmuran.

“Semua tidak bisa kita capai sekaligus, namun secara bertahap,” sebut Presiden Soeharto.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang pertama disusun sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi saat itu. Indonesia harus memiliki landasan pembangunan ekonomi, dimana tahapan industri yang kuat didukung oleh pertanian yang tangguh.

“Kita mutlak harus mengembangkan industri, tetapi juga tidak boleh meninggalkan bidang pertanian. Justru pertanian itu harus kita utamakan, karena untuk memenuhi kebutuhan pokok, yang menjadi ukuran sejahtera, kecukupan dari pangan masyarakat,” sebut Presiden Soeharto.

Bapak Pembangunan menyebutkan, sejak semula, pembangunan diutamakan untuk mencukupi kebutuhan paling primer dari rakyat Indonesia, yakni pangan, sandang, papan, lapangan kerja, pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Ini merupakan sasaran yang pertama-tama kita tentukan, sejak awal kita melaksanakan pembangunan-pembangunan,” sebut Pak Harto.

Pak Harto menyebutkan, kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman negara maju. Demi mengejar ketinggalan dari negara lain, terus langsung kepada pembangunan industri dan melupakan pertanian.

“Akibatnya apa, gagal, karena kurangnya ilmu pengetahuan menyebabkan industri yang diutamakan tidak dapat bersaing, sementara pertanian terbengkalai,” sebut Pak Harto.

Belajar dari pengalaman negara-negara maju tersebut, maka Indonesia mendahulukan, hal yang paling mendasar dari kesejahteraan rakyat, yakni pertanian sambil membangun di bidang industri.

“Pertanian untuk mencukupi kebutuhan pokok rakyat. Sementara industri dilakukan secara bertahap, untuk mendukung pertanian dan mengolah bahan baku menjadi barang jadi hingga atau pada permesinan,” tambah Presiden Soeharto.

Narasi ini bagian dari Temu Wicara Presiden Soeharto dengan Sesko ABRI di Tapos, 24 Desember 1995

Lihat juga...